Harga DRAM Turun Setelah Qimonda Bangkrut

Qimonda HQ
Setelah minggu lalu dikabarkan bahwa pembuat DRAM terbesar Qimonda mengalami kebangkrutan, kemudian beberapa pembuat Chip memori yang lain seperti Hynix dan Samsung juga mengalami kerugian, ternyata efeknya tidak hanya itu saja. Kabarnya harga DRAM turun akibat Qimonda bangkrut. Disamping itu permintaan pasar yang menurun sehingga persediaan DRAM didunia semakin meningkat istilah kerennya, Over Supply.
Menurut laporan IDG News, Gartner menyatakan bahwa harga DRAM cenderung akan merayap naik. Harga modul memori 1GB yang terkenal naik 16% dibandingkan minggu lalu. Analis pasar menyebutkannya pada Semiconductor DQ Monday Report. Sedangkan harga DRAM untuk semua kapasitas/ukuran naik 8.7% rata-rata dibandingkan minggu sebelumnya
“Efek penuh dari berita tentang Qimonda, tidak akan terasa sampai broker dan penjual di Asia merespon berita tersebut” kata Andrew Norwood, seorang analis Gartner dalam laporannya. Spot market terbesar untuk DRAM adalah China, dimana laptop dan PC murah dunia dirakit disana.
Apakah ada keuntungan bagi Asia?
Sementara Jay Kim dari Hyundai Securities melalui Dailytech menyatakan “Berita Qimonda itu seperti hujan disaat kekeringan yang panjang. Qimonda telah sampai pada batasnya. Ini akan menurunkan angka kekuatan pembuat memori yang relatif pada posisi teratas, bahkan disaat pasar melemah”
Dari hasil Qimonda tersebut, Kim merubah penilaiannya untuk pembuat DRAM ngetop Samsung untuk melakukan aksi jual dari pasar seperti yang dilaporkan Reuters. Elpida Memory terlihat mengalami peningkatan di bursa yaitu 6.4% di hari Senin, kemudian 4% dihari Selasa.
Apakah Di Indonesia harga DRAM akan turun? Tentunya kita semua sedang menunggu kemungkinan itu semua, dan perlu mengikut perkembangan berikutnya.










