Baterai yang rawan meledak adalah biang keladi dari kasus meledaknya smartphone Galaxy Note 7. Parahnya, baterai pada smartphone itu ternyata adalah baterai buatan Samsung sendiri, tepatnya adalah anak perusahaan Samsung yakni Samsung SDI. Kini, mereka memutuskan untuk berganti ke perusahaan lain.  Dan yang jadi pilihan Samsung ternyata adalah perusahaan produsen baterai asal Cina yang bernama Amperex Technology Limited (ATL).

Samsung Galaxy Note 7

ATL, seperti dikutip dari Softpedia, ditunjuk oleh Samsung untuk memproduksi baterai unit ponsel pengganti yang rencananya akan dikirimkan mulai tanggal 19 September mendatang. Dengan adanya penggantian baterai ini, Samsung pun berharap agar kepercayaan para konsumen bisa dipulihkan. Terlebih mereka telah mengumumkan recall untuk sebanyak 2,5 juta unit smartphone Galaxy Note 7.

Lalu, apakah ATL adalah perusahaan produsen baterai yang bisa dipercaya? Jangan berpikir negatif dulu gara-gara perusahaan ini berasal dari Cina. ATL ternyata dikenal sebagai perusahaan yang menjadi pemasok untuk baterai iPhone. Dan kerjasama dengan Samsung ini tentunya bakal menambah pundi-pundi uang yang diterima ATL untuk beberapa bulan mendatang.

Kasus meledaknya baterai smartphone Galaxy Note 7 benar-benar menjadi preseden buruk bagi Samsung. Terlebih di Amerika Serikat, tercatat setidaknya ada 70 kasus yang melibatkan ponsel Galaxy Note 7 terbakar. Di sisi lain, pihak Samsung mengungkapkan kalau mereka telah menerima sebanyak 35 kasus Galaxy Note yang terbakar.

Samsung harus menanggung kerugian besar akibat kasus meledaknya Galaxy Note 7 ini. Setelah nilai saham yang turun drastis, mereka juga terpaksa harus menghentikan proses pre-order dan penjualan Galaxy Note 7 di 10 negara. Termasuk di antaranya adalah di Indonesia.

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here