Pada awal tahun ini, Amazon memperkenalkan sebuah layanan terbarunya, yakni supermarket pintar yang tidak dilengkapi kasir bernama Amazon Go. Para konsumen yang berbelanja di sini memang diberi kemudahan untuk melakukan aktivitas belanja tanpa harus antre saat membayar. Dengan aplikasi yang tersedia, pembayaran barang-barang yang ada dalam keranjang belanja pun bisa dilakukan dalam waktu singkat.

amazon go

Namun siapa sangka, Amazon Go ternyata memiliki celah yang sangat merugikan, terutama bagi pihak Amazon. Menurut laporan dari Wall Street Journal, Amazon Go hanya bisa beroperasi secara normal kalau di dalam supermarket ini hanya terdapat sekitar 20 orang konsumen. Kalau jumlahnya melebihi angka tersebut, maka teknologi pelacakan konsumen yang ada pada supermarket ini akan gagal bekerja.

Permasalahan ini pun bukanlah satu-satunya yang dihadapi oleh Amazon Go. Supermarket pintar ini ternyata juga memiliki problem terkait kemampuan tracking barang. Terutama pada saat ada barang yang dipindahkan dari tempat yang semestinya.

Saat ini, pihak Amazon memang hanya membuka satu supermarket Amazon Go yang terletak di Seattle. Mereka berniat untuk menjadikan toko tersebut sebagai pilot project dan berencana untuk melakukan penambahan pada bulan Maret ini. Namun, siapa sangka kalau Amazon akhirnya menunda rencana tersebut hingga waktu yang belum ditentukan. Pihak Amazon masih belum memberikan komentarnya terkait hal ini.

Amazon saat ini memang tengah gencar dalam melakukan perluasan bisnis. Sebelumnya, mereka telah membuka sebanyak lima toko buku. Mereka pun berniat untuk melakukan penambahan lima toko buku lain. Bisnis tersebut pun menjadi tambahan selain bisnis toko online yang menjadikan nama Amazon sebagai ecommerce terbesar dunia saat ini.

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here