Kredit foto: .cloudpro

Aksi para hacker di dunia maya memang kerap membuat berbagai pihak kesal. Termasuk adalah Pentagon yang menjadi pusat pertahanan militer Amerika Serikat. Mereka pun bahkan kini tengah menyiapkan program pendanaan baru yang ditujukan untuk menemukan cara pemulihan situs dari serangan distributed denial-of-service (DDoS) hanya dalam 10 detik.

Kredit foto: .cloudpro
Kredit foto: .cloudpro

Dikutip dari BGR, Pentagon saat ini ingin mencari sosok para peneliti yang bisa mewujudkan hal tersebut. Para peneliti yang terpilih itupun nantinya akan tergabung dalam program yang mereka namai sebagai Extreme DDoS Defense. Dan kabarnya, tool yang diciptakan dalam program tersebut juga akan dipakai untuk membantu organisasi lain yang mengalami permasalahan serupa.

Aksi DDoS pun memberikan dampak yang sangat negatif bagi sebuah organisasi. Terlebih dalam laporan Q2 2015 Global DDoS Threat Landscape dari Incapsula, serangan DDoS terlama terjadi hingga 64 hari. Data lain dari DDoS Impact Survey, serangan DDoS rata-rata merugikan organisasi sebesar 40 ribu USD per jam.

Aksi hacker dalam melakukan serangan DDoS saat ini memang cukup masif. Tak hanya situs kecil yang menjadi target serangan. Beberapa situs milik perusahaan ternama dan bahkan situs milik pemerintah pun terkadang juga menjadi target serangan cyber oleh para hacker. Aksi seperti ini pun tak terkecuali juga terjadi di Indonesia.

Menurut data dari Akamai Technologies, angka penyerangan DDoS yang dilakukan oleh para hacker terus mengalami peningkatan. Bahkan saat ini aksi penyerangan DDoS di kuartal kedua 2015 mengalami peningkatan sebesar 132 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun 2014.

Serangan DDoS pun tak hanya terus mengalami peningkatan, teknologi yang digunakan oleh para hacker pun juga turut berkembang. VP Akamai John Summers mengatakan kalau para hacker yang menjadi otak serangan DDoS mempunyai berbagai cara dalam melakukan aksinya. Termasuk di antaranya bahkan menggunakan teknologi yang dianggap sebagai teknologi yang sudah ketinggalan zaman.

(bhk/bgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here