Bermain game yang penuh dengan aksi kekerasan kerap dianggap memberi dampak yang buruk terhadap psikologi seseorang. Namun hal tersebut disanggah oleh United Kingdom Interactive Entertainment (UKIE) yang merupakan asosiasi industri video game di Inggris.

Kepala UKIE, Doctor Jo Twist mengatakan bahwa tidak ada bukti scientific yang mengatakan bahwa terdapat hubungan antara bermain game dengan suatu tindak kekerasan. “Faktanya, peneliti telah memperlihatkan bahwa anak dapat membedakan antara kekerasan dalam game dengan tipe kekerasan yang mereka dengar dari berita,” ujar Twist seperti dikutip dari SOftpedia.

Sebelumnya, seorang komisioner kepolisian di New South Wales Australia, Andrew Scipione mengatakan bahwa video game dianggap sebagai salah satu alasan terjadinya kenaikan tindak kekerasan. Dia beralasan bahwa remaja tidak bisa membedakan antara kekerasan virtual di game dengan kejadian sebenarnya.

(Via Softpedia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here