Sebuah fakta menarik diungkapkan oleh perusahaan software keamanan Avast. Mereka menemukan bahwa melakukan reset dan mengembalikan handphone ke kondisi settingan pabrik tidak benar-benar menghapus data penggunanya. Bahkan mereka menemukan kalau data-data tersebut bisa digali kembali dengan memakai software recovery data.

Untuk melakukan percobaan ini, Avast telah membeli sebanyak 20 handphone dari situs lelang eBay. Selanjutnya, mereka menguji handphone-handphone itu dengan menggunakan software recovery data. Hasilnya, mereka pun bisa mengembalikan berbagai jenis data, dari foto, email, nomor kontak lengkap dengan nama dan alamatnya, file pengajuan pinjaman dan bahkan bukti adanya pelecehan seksual.

wipe smartphone

Penemuan ini pun menunjukkan bahwa mengembalikan smartphone ke kondisi pabrik tidak benar-benar menghapus data pribadi. Sebaliknya, perlakuan ini hanya menghapus informasi indeks dari file tersebut dan menandainya sebagai tempat yang bisa digunakan kembali untuk penulisan data. Namun pada kondisi nyatanya, data tersebut masih benar-benar ada dan bisa diakses.

Avast tidak menyebutkan jenis sistem operasi dari smartphone-smartphone tersebut. Namun CTO dari Drivesavers, Chris Bross mengatakan kalau kemungkinan besar 20 smartphone tersebut adalah handphone Android. Dia mengatakan kalau melakukan revovery data di iPhone lebih sulit ketimbang Android.

via Mashable

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here