sumber gambar: polipay

Perkembangan internet yang sangat pesat saat ini memberikan peluang besar bagi para pedagang online. Tak hanya memberikan kemudahan dalam berbelanja, namun tak sedikit pula banyak yang percaya kalau belanja online bisa lebih murah kalau dibandingkan dengan belanja di pasar. Namun apakah memang benar seperti itu?

sumber gambar: polipay
sumber gambar: polipay

Sebuah penelitian pun dilakukan oleh Profesor Alberto Cavallo dari MIT Sloan School of Management. Dalam penelitiannya, Cavallo pun berusaha untuk membandingkan secara komprehensif antara harga jual barang online dengan barang offline. Sebagai data awal, dia berhasil mengumpulkan sebanyak 24 ribu harga barang, baik itu offline ataupun online.

Dalam penelitiannya tersebut, dia pun menemukan bahwa sebanyak 72 persen kasus memperlihatkan bahwa harga antara barang online dan barang offline tidak ada perbedaan. Khusus untuk barang elektronik, Cavallo menemukan memang ada perbedaan harga. Dan tiap-tiap negara pun ternyata mempunyai karateristik tersendiri terkait perbedaan harga jual antara online dan offline.

Cavallo pun menjelaskan lebih lanjut, contoh kasus di Brazil. Di negeri samba tersebut, harga jual barang online umumnya jauh lebih mahal dibanding harga barang yang dijual secara offline. Sementara itu di negara maju seperti Inggris dan Kanada, dia menemukan kalau 91 persen harga barang offline dan online dijual dengan banderol yang sama. Lain halnya di negara Jepang, di mana 45 persen barang online ternyata lebih murah dibandingkan barang yang dijual secara offline.

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here