(Kredit: Dailymail)

Sebagian besar pengguna perangkat smartphone, pasti tidak asing dengan dengan keyboard virtual bernama SwiftKey. Keyboard pihak ketiga ini sangat populer dan memiliki reputasi yang sangat baik. Selain dapat menampilkan emoji yang terkait dengan kata yang sedang diketik, algoritma prediksi kata pada keyboard ini juga terbilang sangat baik.

(Kredit: Dailymail)
(Kredit: Dailymail)

Ya, semua kecanggihan yang dimiliki keyboard ini membuat raksasa software, Microsoft mengakuisisi SwiftKey dengan nilai yang sangat fantastis, yakni sekitar Rp 3,4 triliun. Namun ternyata, di balik kesuksesan SwiftKey, ada sosok yang sangat menyesalkan perbuatannya di masa lampau.

Chris Hill-Scott (29) meninggalkan SwiftKey dengan menukar sahamnya dengan sepeda (Kredit: Dailymail)
Chris Hill-Scott (29) meninggalkan SwiftKey dengan menukar sahamnya dengan sepeda (Kredit: Dailymail)

Seperti yang dilaporkan Dailymail, Kesuksesan SwiftKey diawali dengan dibentuknya startup tersebut oleh tiga orang yang bernama Hill-Scott, Jon Reynolds dan Ben Medlock pada tahun 2008 lalu. Sebelumnya, Chris Hill-Scott merupakan desainer situs pemerintah. Dan setelah ketiganya bergabung, mereka membuat startup bernama TouchType Ltd yang menaungi SwiftKey.

Hill-Scott dijadikan direktur perusahaan rintisan tersebut, namun setelah tiga bulan menjabat sebagai direktur, ia kemudian meninggalkan perusahaan tersebut dikarenakan jam kerja yang panjang dan gaji yang tidak menentu. Hill-Scott pun kembali ke pekerjaannya sebagai desainer dan fotografer.

Dengan mundurnya Hill-Scott, keduan temannya  Reynolds dan Medlock kemudian mengambil alih posisi Hill-Scott dengan membeli sahamnya dengan sebuah sepeda. Setelah memiliki saham Hill-Scoot, keduanya pun melanjutkan pengembangan SwiftKey sampai akhirnya mereka meluncurkan aplikasi pertama SwiftKey pada bulan Juli 2010.

Aplikasi SwiftKey terus berkembang, hinga akhirnya perusahaan tersebut memiliki sekitar 160 karyawan yang tersebar di tiga kantor, yakni di Southwark, San Francisco serta Seoul, Korea Selatan. Karena memiliki reputasi yang baik, akhirnya raksasa Korea Selatan, Samsung tergiur kemudian bekerja sama utuk memasok keyboard SwiftKey pada perangkat Galaxy.

Reynolds (30) kiri, Medlock (36), memiliki kekayaan sebesar Rp3,4 triliun setelah SwiftKey diakuisisi Microsoft (Kredit: Dailymail)
Reynolds (30) kiri, dan Medlock (36) memiliki kekayaan sebesar Rp3,4 triliun setelah SwiftKey diakuisisi Microsoft (Kredit: Dailymail)

Hingga akhirnya Microsoft mengakuisisi SwiftKey dengan nominal yang fantastis. Dari hasil akuisisi tersebut, kedua bos SwiftKey Reynolds dan Medlock masing-masing mendapatkan jatah sekitar Rp500 miliar. Sementara keduanya menjadi milyarder, Hill-Scott pun hanya bisa gigit jari melihat kekayaan yang dimiliki keduanya.

Melalui akun Twitter pribadinya, pria berusia 29 tahun tersebut menyampaikan rasa penyesalannya dan menganggap hal tersebut sebagai kesalahan terbesar yang pernah ia buat sebelumnya. Setelah menyampaikan penyesalannya, kemudian salah satu pendiri SwiftKey termuda itu menutup akun sosial medianya.

(rez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here