Keunggulan penyimpanan berbasis Cloud yang diusung aplikasi Google Docs tampaknya telah membuat pihak di Box.net merasa tertantang dan berhasrat untuk segera mengintegrasikan diri ke layanan pengelolaan dokumen Google tersebut. Terlepas dari perangkat yang digunakannya, Google Docs membuat para penggunanya tidak hanya memiliki akses ke dokumen miliknya sepanjang waktu, tetapi para pengguna juga dapat berbagi dengan berbagai aplikasi dan orang.

Dalam posting blog baru-baru ini, Aaron Levie yang menjabat sebagai CEO dan Co-founder Box.net, menjelaskan alasan mengapa pihaknya masih mengandalkan pada aplikasi desktop untuk membuat, mengedit dan mengelola dokumen, yang jelas hal ini disebabkan karena pihaknya tidak bisa melepaskan kebiasaan terhadap program tertentu. Namun walaupun demikian, ia percaya kalau penggunanya dapat mempercepat transisi ke pengelolaan dokumen berbasis cloud, dan integrasi yang baru saja diumumkan dengan Google Docs kurang lebih dimaksudkan untuk mencapai hal itu.

“Mulai hari ini, 6 juta pengguna aplikasi Box dapat dengan mudah dibuat dan berkolaborasi di Google Docs dan Spreadsheet dari aplikasi Box, serta mengedit lebih dari 50 juta keberadaan file Word dan Excel sudah tersimpan pada platform Kami.”

Dengan kata lain, nantinya pengguna aplikasi Box bakal memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari berbagai fitur canggih seperti mengedit bersamaan atau ulir diskusi, dan fungsi lainnya yang tidak dapat diakses menggunakan aplikasi desktop.

Dan Levie juga menekankan bahwa integrasi antara Box.net dan jajaran produktivitas Google Web mengikat untuk “mengubah cara orang bekerja”. Di sisi lain, dia juga menganggap tepat untuk menghapus aspek lainya yaang menyebutkan kalau Microsoft saat ini juga dalam posisi untuk memberikan kemampuan berbasis Cloud yang sama.

Dia tidak mengesampingkan kemungkinan kalau Microsoft Office 365 mendatang akan menjadi sedasyat Google Docs, ia hanya menyatakan bahwa di masa sekarang, Mountain View termasuk  perusahaan yang memiliki produk berbasis Cloud yang dinilainya lebih baik.

“Kami berharap sampai suatu hari ketika Kami dapat menawarkan ke para pengguna, pilihan antara pengalaman Microsoft Office dan pengalaman Google Docs. Tapi sampai saat itu, Kami akan terus berinvestasi dalam hubungan Kami dengan Google untuk menciptakan pengalaman terbaik dalam mengelola dokumen berbasis Cloud ini”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here