Kabar yang menyebutkan kalau nantinya ARM bakal mengambil alih dominasi Intel di pasaran chip dunia tentunya bukanlah sebuah isapan jempol semata. Sementara Intel sibuk mengurusi pasaran chip mobile dunia, kini ARM juga mulai beranjak memasuki pasaran server high-end dengan mengusung chip 480 core berbasis servernya yang berdaya rendah. Dan pencapaian ini tentunya tak terlepas dari jerih payah perusahaan seperti Calxeda yang selama ini berambisi menjadi salah satu pemasok chip server dan SoCs nomor wahid di dunia.

Keberadaan arsitektur ARM benar-benar memikat sebagaian besar vendor chip dunia saat ini. Dan bahkan kali ini ARM siap menjejaki peruntungannya di pasaran server dunia, meski tak sedikit hambatan yang menghadang nantinya. Sebagai contoh, Dell kabarnya juga pernah bereksperimen dengan arsitektur ARM tersebut tapi tersandung dengan masalah kompatibilitas perangkat lunak yang digunakan. Namun apapun itu, tampaknya tak sedikit menyurutkan ARM untuk terus memasuki pasaran server dunia.

Calxeda sendiri kini sedang memfokuskan pada pengembangan platform processor yang hemat biaya dengan konsumsi daya listrik yang rendah. Untuk mewujudkan semua itu, Calxeda telah menerapkan arsitektur ARM pada chip yang diproduksinya. Pengembangan sebuah server yang terdiri hingga processor ARM Cortex-A9 120 quad-core berarti harus tersedia sebanyak 480 core.

Sedangkan untuk pemakaian energi listrik dengan asumsi dikombinasikan dengan DRAM, masing-masing node di server akan membutuhkan konsumsi listrik hanya 5 watt ataupun 1,25 watt per core. Kombinasi konfigurasi daya rendah dengan kinerja bagus yang ditawarkan dengan keberadaan Cortex-A9 dan begitu banyak core, tentunya akan sangat berarti bagi keberadaan server sebagai sebuah pusat data.

Seperti yang telah diketahui bersama, chip berbasis arsitektur ARM adalah pilihan yang populer bagi keberadaan smartphone, tablet, dan embedded system. Dan sejauh ini perusahaan Calxeda ternyata bukanlah pihak yang pertama kali menerapkan chip daya rendah yang dirancang untuk komputer mobile dan kini menggunakannya dalam server. Selain perusahaan Calxeda ternyata sebelumnya juga ada perusahaan SeaMicro yang pernah menawarkan solusi yang sama didasarkan pada chip netbook x86 berdaya rendah 512 Intel Atom.

Mengenai waktu peluncuran, kabarnya pihak Calxeda tidak mengungkapkan tanggal kepastiannya melainkan hanya menegaskan kalau chip server ini akan segera tersedia pada akhir tahun 2011 ini. Lalu bagaimana kiprah selanjutnya? ya, Kita lihat saja nanti!

Kabar yang menyebutkan kalau nantinya ARM bakal mengambil alih dominasi Intel di pasaran chip dunia

tentunya bukanlah sebuah isapan jempol semata. Sementara Intel sibuk mengurusi pasaran chip mobile dunia,

kini ARM juga mulai beranjak memasuki pasaran server high-end dengan mengusung chip 480 core berbasis

servernya yang berdaya rendah. Dan pencapaian ini tentunya tak terlepas dari jerih payah perusahaan

seperti Calxeda yang selama ini berambisi menjadi salah satu pemasok chip server dan SoCs nomor wahid di

dunia.

Keberadaan arsitektur ARM benar-benar memikat sebagaian besar vendor chip dunia saat ini. Dan bahkan kali

ini ARM siap menjejaki peruntungannya di pasaran server dunia, meski tak sedikit hambatan yang menghadang

nantinya. Sebagai contoh, Dell kabarnya juga pernah bereksperimen dengan arsitektur ARM tersebut tapi

tersandung dengan masalah kompatibilitas perangkat lunak yang digunakan. Namun apapun itu, tampaknya tak

sedikit menyurutkan ARM untuk terus memasuki pasaran server dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here