Kesuksesan game Pokemon Go bisa dibilang sangat mengejutkan, karena dalam waktu dua minggu saja, game ini sudah menduduki peringkat pertama pada toko aplikasi digital milik Apple, App Store. Tidak hanya itu saja, pengembang game ini, Niantic, telah mendapatkan keuntungan sekitar 180 miliar Rupiah melalui Pokemon Go dalam kurun waktu yang singkat untuk sekelas game mobile.

Tapi dibalik kesuksesan game ini, ternyata ada saja pihak yang memanfaatkan momen tersebut untuk hal yang negatif. Seperti yang dilansir dari Gizmodo, Sabtu (16/7/2016), disebutkan bahwa ada aplikasi game Pokemon Go yang palsu. Hal ini berasal dari penilitian salah satu produsen anti virus, ESET.

pokego-malware

Mereka mengatakan bahwa sekarang banyak sekali aplikasi yang menggunakan embel-embel “Pokemon”. Tapi pada aplikasi tersebut bukanlah game Pokemon Go yang seperti saat ini ramai dimainkan, namun aplikasi yang di dalamnya sudah disisipi dengan virus berbahaya. Virus ini kabarnya akan melakukan klik pada iklan situs porno, serta tidak dapat dihapuskan dengan cara menghapus aplikasi tersebut.

Salah satu peneliti dari ESET mengatakan bahwa virus tersebut memiliki kemampuan back door, yang mana dapat mengakses data-data pada smartphone. Aplikasi yang saat ini paling banyak diunduh adalah “Pokemon Go Ultimate” yang telah mencapai angka 1.000 pengunduh, yang kini sudah dihapus dari toko aplikasi Google Play Store.

Selain itu juga, rata-rata aplikasi yang ada pada toko digital milik Google yang berbau dengan panduan atau cheat untuk game Pokemon Go hampir kebanyakan juga disisipi oleh virus jahat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here