Bicara soal limbah, hal yang selalu terpikirkan adalah sesuatu yang sudah tidak berguna. Terlebih lagi bila itu limbah nuklir, apa yang harus dilakukan dengan limbah nuklir? Membuangnya ke laut atau menguburnya di gurun bukan solusi yang tepat, karena kita akan kehabisan ruang. Namun para peneliti dari University of Bristol telah menemukan cara memanfaatkan limbah nuklir menggunakan berlian untuk mengubahnya menjadi baterai bersih.

battery-life

Namun, yang dimaksud bukan berlian yang Anda pakai sebagai perhiasan, melainkan berlian buatan manusia dan apa yang berhasil ditemukan oleh para peneliti bahwa berlian buatan manusia ini mampu menghasilkan charge hanya dengan mendekatkannya ke sumber radioaktif. Dalam hal ini radioaktif adalah limbah nuklir.

Hal ini dijelaskan oleh Tom Scott, Profesor¬†di Bahan di Universitas Antarmuka Analisis Pusat, yang mengatakan¬†“Tidak ada bagian yang bergerak yang terlibat dalam hal ini, tidak ada emisi yang dihasilkan dan tidak ada perawatan yang diperlukan, langsung murni pembangkit listrik. Dengan encapsulating bahan radioaktif di dalam berlian, kita alihkan masalah jangka panjang limbah nuklir ke baterai bertenaga nuklir dan pasokan energi bersih untuk jangka panjang.”

Menurut laporan Engadget, kelemahan baterai berdaya limbah nuklir ini adalah daya yang dihasilkan tidak bertenaga tinggi, jadi jangan berharap mereka dapat memenuhi pasokan listrik rumah atau mobil listrik Anda. Sebaliknya, penggunaan baterai tersebut ditujukan untuk perangkat yang membutuhkan tenaga lebih rendah.

Selain itu, diperkirakan bahwa baterai tersebut memiliki potensi untuk bertahan lama dan akan memakan waktu sekitar 5.730 tahun untuk mencapai penggunaan 50%. Tentu ini merupakan solusi yang lebih baik untuk menengani masalah limbah nuklir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here