sumber gambar: Tech in Asia

Keberadaan layanan taksi aplikasi memang menuai banyak protes. Dan fenomena tersebut pun baru saja terjadi di Indonesia, bahkan para sopir taksi BlueBird dikabarkan melakukan demonstrasi yang disertai dengan aksi tak simpatik. Mulai dari aksi perusakan hingga aksi pengeroyokan terhadap seorang pengendara layanan transportasi berbasis aplikasi.

sumber gambar: Tech in Asia
sumber gambar: Tech in Asia

Meski di tengah kondisi yang ricuh seperti itu, sebuah layanan transportasi berbasis aplikasi dari Filipina dikabarkan siap melebarkan sayapnya ke tanah air. Rencana ini dikemukakan setelah layanan taksi aplikasi bernama U-Hop tersebut memperoleh kucuran dana sebesar 7,4 juta USD dari investor. Dana ini pun menurut rencana akan digunakan untuk melakukan ekspansi ke negara-negara lain seperti Indonesia, Singapura Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, Cina, India dan Jepang.

Berbeda dengan layanan taksi Uber, U-Hop merupakan layanan transportasi berbasis aplikasi yang menggunakan kendaraan berupa mobil van. Layanan ini pun diklaim berkembang pesat di kota Manila. Bahkan pihak perusahaan mengungkapkan kalau setidaknya terdapat 550 penumpang yang secara rutin menggunakan layanan transportasi miliknya.

Di negara Filipina sendiri, U-Hop dikenal sebagai penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi ketiga yang sudah berjalan. Dua layanan lain yang keberadaannya lebih dulu adalah Uber dan Grab. Dan menariknya lagi, Uber ternyata juga mempunyai layanan carpooling di Manila yang mereka sebut dengan nama UberHop. Sekilas mirip dengan U-Hop.

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here