Drone milik David yang telah dimodifikasi

Biasanya, peralatan tempur para hacker atau cracker adalah perangkat komputer yang telah dipasang berbagai program untuk menembus celah keamanan suatu jaringan. Namun semakin berkembangnya teknologi, semakin bervariatif pula senjata yang digunakan para hacker atau cracker untuk memanfaatkan celah keemanan suatu sistem, seperti yang satu ini.

Dilansir dari Yahoo, pada ajang Def Con yang merupakan ajang pertemuan hacker sedunia di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat tanggal 9 lalu, salah satu hacker yang disoroti adalah David Jordan. Pada ajang pertemuan hacker tersebut dia memamerkan peralatan tempurnya yaitu sebuah drone yang telah dimodifikasi.

Drone milik David yang telah dimodifikasi
Drone milik David yang telah dimodifikasi (Kredit: AFP)

David sendiri mengatakan bahwa dengan menggunakan bantuan drone ini, hacker atau cracker akan lebih mudah dalam meluncurkan serangan, terlebih melalui udara yang jangkauannya pun cukup jauh. Drone ini mampu berada pada atap teratas sebuah gedung atau berada pada sisi sebuah bangunan, guna mengumpulkan semua informasi yang kita inginkan dengan memanfaatkan kelemahan suatu sistem tersebut.

Dia juga menambahkan bahwa, sebelumnya belum ada alat yang mampu seperti ini. Drone ini dipasang beberapa program demi melancarkan sebuah serangan, misalnya dengan program “penetration testing” yang digunakan untuk mengetahui kelemahan sebuah sistem.

Adanya bantuan drone ini sangat membantu para hacker dalam mengumpulkan informasi dari sang target. Misalnya dengan menggunakan titik koordinat dari GPS yang terpasang pada drone tersebut untuk melancarkan aksi serangan pada sistem yang celah kemananannya sangat rentan dibobol

Pada ajang Def Con tersebut, drone ini dijual seharga 2.500 USD atau setara sekitar 34 juta Rupiah.

Via: Yahoo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here