Dunia saat ini dikejutkan dengan aksi pembantaian umat muslim dari etnis Rohingya di Myanmar. Puluhan orang menjadi korban pembantaian. Namun, siapa sangka, pembantaian umat muslim etnis Rohingya di Myanmar tersebut berjalan secara masif karena Facebook? Itulah hal yang diakui oleh Ashin Wirathu, biksu radikal yang kerap mempromosikan kampanye antimuslim.

facebook-myanmar

Wirathu dalam pengakuannya kepada Buzzfeed mengungkapkan kalau Facebook menjadi alat yang efektif untuk menyebarkan paham antimuslim yang dianutnya. Sejak keluar dari penjara pada tahun 2012, Wirathu sangat gencar dalam menyuarakan pendapatnya terkait sikap antimuslim di jejaring sosial. “Jika internet tidak ada, tidak banyak orang yang tahu tentang pesan dan opini saya,” ujar Wirathu.

Facebook memang menjadi alat utama seorang Wirathu. Pada awalnya, akun Wirathu merupakan sebuah akun kecil dan akhirnya dihapus Facebook karena menyalahi aturan standar komunitas. Baru kemudian, dia buat akun lagi dan berhasil mendapatkan 5000 teman. Hingga akhirnya, Wirathu membuat fanspage dan mempekerjakan dua orang karyawan full time untuk mengupdate fans page tersebut secara rutin.

Fanspage itu juga tercatat memiliki follower yang banyak, dengan angka lebih dari 190 ribu akun. Di situ, dia kerap menyuarakan pendapatnya mengenai aksi boikot terhadap bisnis milik orang Islam, dan kaum minoritas muslim yang harus keluar dari Myanmar.

Di Myanmar, angka penggunaan internet masih sangat minim. Tidak heran kalau aktivitas kampanye yang dilakukan oleh Wirathu berujung sukses. Seorang remaja Myanmar bernama Shar Ya Wai mengungkapkan, saat ini banyak teman-temannya yang mengikuti paham Wirathu. Ya Wai mengatakan, teman-temannya yang yang setuju dengan Wirathu dan berkeinginan untuk menghilangkan umat muslim dari tanah Myanmar.

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here