Kalau Anda melihat Google Play Store saat ini, tentunya akan ada sesuatu yang berbeda. Perbedaan tersebut adalah pada penggunaan mata uang rupiah sebagai label harga dari sebuah aplikasi berbayar.

logo google play

Langkah ini pun dilakukan Google untuk memudahkan para developer untuk bisa menghasilkan uang dari Google Play. Selain Indonesia, Google juga melakukan kebijakan serupa di tiga negara Asia Tenggara lainnya, yakni Malaysia, Filipina serta Thailand.

Sebelum ada kebijakan ini, para developer harus bekerjasama dengan pihak ketiga. Dengan begitu, para developer dari Indonesia dan tiga negara Asia Tenggara tersebut pun sebelumnya harus membayar biaya dengan besaran tertentu kepada pihak ketiga tersebut.

Dengan adanya kebijakan ini, maka tak menutup kemungkinan Google juga akan menjual secara langsung perangkat Nexus miliknya di Google Play Indonesia. Jika hal tersebut dilakukan Google, maka konsumen di tanah air bisa memperoleh smartphone dan tablet Nexus dengan harga lebih murah.

via Tech in Asia