Teknologi 4G LTE memang masih jarang digunakan di Indonesia. Berbeda dengan para pengguna di Amerika Serikat yang sudah mulai banyak memakai teknologi canggih tersebut. Namun nampaknya hal tersebut tidak mengubah pandangan para pengguna smartphone di negeri Paman Sam itu.

Dalam sebuah polling yang dilakukan oleh Piper Jaffray, hampir 50 persen pengguna smartphone di AS, tepatnya 46,8 persen, mengaku tak membutuhkan fitur 4G LTE. Selain itu, sebanyak 25.7 persen responden mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui perbedaan teknologi 4G ataupun 4G LTE.

Ketidaktahuan mengenai teknologi LTE di AS tidak berhenti sampai di situ. Dari keseluruhan total responden, sebanyak 51 persen mengatakan bahwa mereka tidak tahu operator mana yang menawarkan jaringan 4G LTE terbaik ataupun menganggap bahwa semua jaringan 4G LTE sama saja. Sedangkan yang mengakui bahwa teknologi 4G LTE sebagai teknologi jaringan paling canggih hanya sebanyak 15.1 persen.

Analis Piper Jaffray, Christopher Larsen mengatakan bahwa polling ini bakal memberikan pengetahuan yang sangat penting bagi para operator telepon. Dengan adanya polling ini, para operator telepon di AS dapat berlomba-lomba untuk mempromosikan jaringan 4G LTEnya kepada para konsumen. Namun, diapun mengakui bahwa penggunaan teknologi 4G LTE memang masih membutuhkan waktu untuk dapat diakui oleh masyarakat.

(Via Slashgear)

1 COMMENT

  1. Pengguna di amrik udah lebih cerdas, disana sudah siap teknologi operatornya, penggunanya malah merasa tidak terlalu perlu. salut, gak kaya disini, operator belum siap, eh malah jualan handphone dengan fitur yang belum bisa dipake, en begonyaa banyak yang beli karena harganya lebih mahal dari handphone dengan fitur yang sesuai di indonesia. (teknologi NFC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here