Meningkatnya penggunaan berbagai perangkat elektronik menunjukkan pengembangan teknologi yang kian positif. Sayangnya, hal ini juga memberi dampak buruk pada peningkatan sampah elektronik yang hasilkan oleh manusia di seluruh dunia. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti ersama dengan United Nations University, terungkap kalau pada tahun 2014 manusia menghasilkan sampah elektronik sebanyak 41,8 juta ton.

Jumlah sampah elektronik tersebut pun mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013. Seperti diketahui, pada tahun 2013 terdapat total sebanyak 39,8 juta ton sampah elektronik di seluruh dunia. Kabar buruknya lagi, negara yang mengklaim sebagai negara ramah lingkungan ternyata mempunyai andil besar dalam produksi sampah elektronik ini.
sampah elektronik
Negara terbanyak yang menghasilkan sampah elektronik terbanyk di dunia adalah Norwegia. Rata-rata masyarakat di negara Skandinavia tersebut memproduksi sampah elektronik sebanyak 28,4 kilogram per kepala. Selain Norwegia, negara-negara lain yang masuk dalam kategori penghasil sampah elektronik terbesar duni adalah Swiss, Islandia, Denmark, Inggris Raya, Belanda, Swedia, Perancis, Amerika Serikat serta Austria.

Lalu, sampah elektronik apa yang mendominasi di tahun 2014? Dalam data yang dimiliki oleh para peneliti ini mayoritas sampah elektronik yang dihasilkan adalah peralatan elektronik dapur yang mencapai prosentase sebesar 60 persen. Sementara itu untuk produk elektronik seperti smartphone, komputer dan peralatan teknologi informasi lainnya hanya mempunyai porsi sebesar 7 persen.

via Softpedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here