smartphone-andy-rubin-essential-ph-1

Melihat Andy Rubin memperkenalkan smartphone inovatif buatannya di acara Recode secara live streaming kemarin, kita disadarkan tentang teknologi yang kini sedang berkembang. Kita harus sadar, sebenarnya konsumen sebagai konsumen sedang dijejali teknologi yang sudah tak karuan, kurang pas, tidak efektif, ataupun dimonopoli perusahaan. Tetapi konsumen (kita) tetap saja membelinya.

Perkembangan teknologi yang sudah seperti “perang antar vendor” dan tidak berpihak pada konsumen itulah yang ingin dilawan oleh Andy Rubin. Dengan smartphone Essential PH-1, mantan ketua pengembang Android (sekaligus penciptanya) ini memberikan inovasi yang berdasarkan pada kepuasan konsumen.

Berikut ini adalah 5 inovasi yang ada di smartphone Essential PH-1 yang akan meluncur bulan depan. Dan perhatikan baik-baik, sebab yakinilah tidak ada smartphone lain yang punya inovasi dan fitur baru seperti yang dimiliki smartphone ini. Silahkan disimak:

Bodi Keramik, Frame Titanium

andy-rubin-essential-phone

Begitu mengeluarkan smartphone ini, Andy Rubin langsung mengatakan bahwa inilah smartphone pertama di dunia yang memiliki material ringan dan indah, tapi kuat layaknya teknologi pesawat luar angkasa!

Bodi keramik di bagian belakang smartphone ini membuatnya terlihat seperti kaca, tetapi mempunyai rasa metal ketika disentuh. Menariknya, smartphone ini tidak memiliki Logo sedikitpun.

Pin Magnetik Untuk Hardware Modular (Setara USB 3.0)

Bila kita melihat bagian belakang dari smartphone Essential PH-1 ini, maka kita pasti bingung dengan dua titik di sebelah kamera bagian belakang smartphone. Itulah pin magnetik yang menurut Andy Rubin bisa menjadi “port masa depan”.

kamera-360-plus-smartphone-essential

Mirip dengan Moto Z dengan Moto Mod-nya, Essential PH-1 juga membuat pin ini untuk segala aksesoris yang bisa dikembangkan oleh semua orang. Bahkan bukan hanya aksesoris yang menempel, tetapi untuk ditempelkan di mobil, smarthome, dan banyak lagi hardware lain yang nantinya bisa kompatibel dengan ekosistem dari Essential.

Kini, aksesoris kompatibel yang sudah dibuat oleh Essential masih satu berupa kamera 360 yang bisa menempel pada pin ini.

Kamera yang “Unik”

Melihatnya untuk pertama kali, pasti kita bingung pada keputusan Andy menempatkan kamera depan yang sedikit “mengganggu” layar. Padahal seperti ditanyakan reporter Mashable, mengapa tak menempatkannya di bawah saja seperti Sharp Aquos dan Xiaomi Mix?

pin-camera-essential-phone

Andy menjawab, kamera selfie 8MP ini harusnya secara tepat ditempatkan di atas. Bila di bawah, kita harus mengangkat smarphone, atau membaliknya bila tidak ingin “bulu hidung” kita yang kena jepret. Lagipula bagian tengah-atas smartphone biasanya tidak dipakai untuk indikator penting (misalnya sinyal dan baterai), tidak menghalangi, bahkan bisa kita jadikan untuk melihat notifikasi.

Kamera belakangnya sendiri merupakan Dual 13MP. Salah satunya menggunakan sensor RGB, dan satunya menggunakan monokrom. Dengan itu, lensa aperture f/1.85 ini sanggup menghadirkan foto bokeh, tingkat kecerahan dan warna yang terang, serta efek monokrom yang lebih nyata.

Ambient OS

Sistem operasi baru yang bisa menjadi “jembatan”, bukan mengalahkan Android ataupun iOS. Andy Rubin ingin menjadi antitesis sekaligus teman semua OS dengan Ambient OS ini. Misalnya, kini semua orang tidak ingin teknologi yang ada di sekelilingnya hanya dikuasai oleh satu merek saja.

Alhasil, Ambient OS diharapkan bisa berinteraksi dengan Google Home, Alexa, Siri, dan segala keperluan mirip aplikasi IFTTT.

essential-smartphone

Segala Kelebihan Flagship, Tetapi Punya Harga Lebih Murah!

Bila kita bandingkan spesifikasi dari Essential PH-1 dengan smartphone flagship lain, rasanya harga $699 atau sekitar Rp. 9,4 juta merupakan harga yang “mustahil” untuk segudang inovasi yang Essential berikan. Berbeda sekali dengan vendor-vendor smartphone terkini bukan? (Semakin banyak inovasi, semakin mahal!)

Tetapi justru inilah yang akan dibudayakan oleh Andy dengan Essential. Andy tahu betul, kebutuhan konsumen akan inovasi merupakan hal yang harus diutamakan. Ya, semoga saja memang betul Essential tidak akan menjadi perusahaan yang menjual produk secara “paksa yang halus” kepada konsumen dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here