Samsung telah meluncurkan smartphone mid-range Galaxy J7+ dengan setup dual-kamera, dimana fitur tersebut menjadi fitur utama yang diusung Galaxy J7+. Kendati telah dibekali dengan fitur-fitur terkini, namun Galaxy J7+ tak luput dari kritikan.

Seperti yang kita ketahui, Samsung saat ini sudah memiliki chipset buatan mereka sendiri, yakni Exynos. Dibandingkan dengan chipset dari produsen lain, chipset buatan Samsung terkadang lebih unggul, dan kini sudah banyak smartphone besutan Samsung yang mengusung chipset Exynos. Ya, meski sudah memiliki chipset sendiri, Samsung memutuskan untuk menggunakan chipset milik MediaTek untuk Galaxy J7+.

Seperti yang kutip dari DetikINET, melalui Head of PM IT & Mobile Samsung Indonesia, Denny Galant menjelaskan alasan perusahaan menggunakan chipset milik MediaTek, bukannya chipset buatan mereka sendiri. Menurut Denny, jenis chipset yang digunakan pada perangkat Samsung bukan menjadi masalah, karena yang terpenting bisa men-deliver fitur yang ditawarkan perusahaan untuk pengguna.

Samsung juga menegaskan jika perangkat yang mereka produksi selalu memiliki kualitas sesuai dengan standar yang telah mereka tentukan. Jadi, meski chipset yang digunakan pada Galaxy J7+ adalah Helio P20 dengan CPU octa-core 2.4GHz, perusahaan menjamin jika performa yang disuguhkan sudah setara dengan chipset Exynos yang sekelas dengannya.

Samsung sendiri hingga saat ini juga masih kerap menggunakan chipset buatan produsen lain, dimaa mereka masih menggunakan chipset buatan Qualcomm untuk smartphone flagship miliknya. Sementara di segmen menengah ke bawah, Samsung juga cukup dikenal sering menggunakan chipset dari MediaTek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here