kredit: Telegraph

Pemerintah Cina segera memberlakukan kebijakan baru terkait penggunaan nama akun di internet. Kebijakan tersebut, menurut rencana akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Maret esok. Namun jelang pemberlakuannya, ternyata penyedia layanan jejaring sosial di Cina sudah melakukan langkah terlebih dulu.

Beberapa jejaring sosial besar di negeri tirai bambu tersebut dilaporkan telah memulai langkah penghapusan akun-akun jejaring sosial yang dianggap melanggar kebijakan baru. Total terdapat lebih dari 60 ribu akun jejaring sosial di QQ, WeChat serta Sina Weibo yang dihapus. Alibaba dan Baidu pun turut terlibat dalam penghapusan akun jejaring sosial ini.

kredit: Telegraph
kredit: Telegraph

Kebijakan baru dari Pemerintah Cina ini memang mengharuskan para pengguna internet untuk tidak sembarangan menggunakan nama akun. Mereka pun melarang penggunaan nama akun sebagai bentuk parodi terhadap para tokoh yang dikenal secara luas. Selain itu, nama akun juga tidak boleh secara eksplisit menunjukkan kata-kata kasar, vulgar atau dianggap bisa mengancam keamanan negara.

via TNW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here