Kedatangan Marissa Mayor dari Google ke Yahoo diharapkan bakal bisa memberikan dampak yang positif bagi perusahaan. Namun hal tersebut ternyata tidak bisa diwujudkan oleh Mayer. Sejak kedatangannya ke Yahoo pada tahun 2012, Mayer pun belum bisa menunjukkan performa positifnya. Bahkan Mayer pun dianggap membawa Yahoo semakin dekat menuju kehancuran.

marissa_mayer

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, Yahoo mengalami masa krisis dan pendapatan yang terus menurun. Alih-alih mengurangi biaya pengeluaran, hal sebaliknya malah dilakukan oleh seorang Mayer. Wanita berusia 41 tahun tersebut malah melakukan investasi yang dianggap sebagai investasi coba-coba. Hal ini pun semakin memberi beban pengeluaran yang tinggi bagi perusahaan.

Menurut laporan dari WSJ, salah satu anggota komisaris Yahoo Jeffrey Smith telah melakukan pertemuan terkait kebijakan yang dilakukan oleh Mayer. Kabarnya, Mayer sebelumnya berjanji untuk membatasi biaya pengeluaran perusahaan. Terutama biaya yang dikeluarkan terkait akuisisi perusahaan lain.

Namun nyatanya, hal tersebut pun tidak dipenuhi oleh Mayer. Menurut laporan WSJ, dua kuartal sejak janji tersebut dikeluarkan oleh Mayer pada April 2015, terjadi peningkatan biaya pengeluaran oleh Yahoo sebesar 21 persen. Dan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terdapat peningkatan sebanyak 6 persen.

Dengan kondisi seperti itu, banyak yang beranggapan kalau Mayer pun bakal sebentar lagi meninggalkan jabatannya di Yahoo. Dan untuk yang satu ini, Yahoo pun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Untuk uang pesangonnya saja, Yahoo harus mengeluarkan uang sebesar 55 juta USD atau setara 733 miliar rupiah.

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here