Berita yang cukup menarik datang dari kedua perusahaan besar dunia, yakni Microsoft Corp dan Qualcomm Inc, dimana kedua perusahaan tersebut menjalin kerjasama untuk menelurkan generasi tablet dan notebook baru yang menjanjikan untuk diversifikasi basis raksasa tenologi perangkat lunak itu dan memberikan akses produsen chipset terbesar dunia itu ke segmen pasar baru.

cziis4vw8aaurbg

Kemitraan kedua perusahaan ini akan menghasilkan update OS Windows 10 yang dapat berjalan pada lini chipset Qualcomm Snapdragon, dan itu merupakan versi Windows 10 pertama yang secara default terhubung dengan chipset.

Namun, ada kemungkinan perangkat baru yang dihasilkan mungkin tidak mampu menangani semua aplikasi yang dikembangkan untuk sistem operasi andalan perusahaan. Ini mengingatkan kita pada beberapa tahun yang lalu, dimana ketika Microsoft meluncurkan varian Windows yang berjalan pada chipset mobile, banyak aplikasi Windows yang tidak kompatibel.

Kolaborasi kedua perusahaan ini akan diumumkan di konferensi developer hardware WinHEC, yang diselenggarakan di Shenzhen, Tiongkok. Ajang tersebut bermaksud untuk menodorong para produsen hardware untuk membuat perangkat Windows yang ringan, seperti tablet dan laptop yang memiliki modem seluler secara bawaan. Dengan begitu, perangkat dapat terhubung ke internet seperti smartphone tanpa perlu dukungan hardware tambahan. Selain itu, daya tahan baterai juga akan lebih lama ketimbang kebanyakan laptop saat ini.

Windows 10 sedang disesuaikan untuk menjalankan Qualcomm Snapdragon 835 (atau chipset sebelumnya). Itu chip yang secara luas diharapkan dapat digunakan di smartphone, pasar di mana Microsoft telah berjuang agar dapat bersaing. Meski tidak disebutkan bakal menjadi smartphone baru, namun dengan adanya kerjasama ini, diharapkan pada tahun 2017 mendatang banyak bermunculan perangkat mobile yang menjalankan OS Windows 10 secara penuh (bukan versi mobile).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here