Mendengar nama Kodak pasti Anda teringat dengan kamera film jadul, karena perusahaan yang besarkan pada tahun 80 hingga 90-an ini memang identik dengan fotografi, dimana perusahaan ini memproduksi kamera dan kamera film. Namun persaingan yang semakin ketat membuat Kodak tersingkir dari persaingan dengan perusahaan lain seperti Nikon, Canon, Sony, dan Fujifilm.

Meski tersingkir dari bisnis kamera, namun perusahaan asal Amerika Serikat ini tidak menyerah begitu saja dan masih tetap melanjutkan bisnis mereka dengan meluncurkan mata uang kripto (cryptocurrency) milik mereka sendiri yang bernama KodakCoin.

Mata uang kripto ini diluncurkan bersama dengan Wenn Digital untuk menciptakan platform hak citra bernama KodakOne yang dapat menjaring web dan mencari pelanggaran hak cipta. Hal ini juga membantu untuk membuat layanan pembayaran lebih adil dan cepat, di mana fotografer langsung dibayar setiap kali seseorang membeli salah satu foto dengan hak cipta milik mereka.

Menurut CEO Kodak Jeff Clarke, “Bagi banyak di industri teknologi, ‘blockchain’ dan ‘cryptocurrency’ adalah istilah-istilah kekinian, tapi untuk fotografer yang sudah lama berjuang untuk menegaskan kontrol atas pekerjaan mereka dan bagaimana itu digunakan, istilah-istilah tersebut adalah kunci untuk memecahkan apa yang terasa seperti sebuah masalah yang tak terpecahkan.”

“Kodak selalu berusaha untuk mendemokratisasikan fotografi dan membuat perizinan yang adil untuk seniman. Teknologi ini memberikan komunitas fotografi cara yang inovatif dan mudah untuk melakukan hal itu,” tambah Clarke seperti yang dikutip dari Businesswire.

Penawaran koin awal akan dibuka pada tanggal 31 Januari 2018 dan terbuka untuk investor terakreditasi dari AS, Inggris, Kanada dan negara-negara pilihan lainnya. Jika bisnis mata uang digital ini menjanjikan di masa depan, tentu langkah Kodak ini merupakan langkah yang tepat untuk menyelamatkan bisnis perusahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here