Olahraga yang kita tahu selama ini mungkin seperti sepak bola, bulu tangkis, tenis, lari, dan masih banyak lagi. Namun ternyata bermain game sekarang juga masuk dalam kategori olah raga, atau biasa disebut dengan Esports. Tetapi yang masuk dalam kategori Esports sendiri adalah sebuah game yang dilombakan dengan berbagai tim.

esports-0

Salah satu komunitas gaming yang terjun di dunia Esports sendiri adalah Virtus.pro yang berasal dari Rusia. Dikutip dari Games Beat, Senin (19/10/2015), komunitas yang aktif pada turnamen game DoTA 2 dan Counter Strike Global Offensive ini, kabarnya mendapat suntikan dana sebesar 1,3 triliun Rupiah dari sebuah perusahaan USD Holdings asal Rusia yang bergerak pada bidang pertambangan, telekomunikasi, dan sektor media.

Tujuan dari dana sebesar itu adalah agar Virtus.pro menggelar turnamen baru , membuat saluran media yang berhubungan dengan dunia Esports, serta membangun sebuah arena Esports yang akan menjadi destinasi para gamer-gamer profesional.

virtus.pro

Salah satu pengamat dari perusahaan finansial R.W. Baird, Colin Sebastian, mengatakan bahwa fenomena Esports memang akan menjadi fenomena yang unik dan akan terus berkembang. Tidak hanya itu, dia juga menambahkan, pada tahun 2020, Esports akan menghasilkan setidaknya 1,8 miliar USD atau sekitar 24 triliun Rupiah per tahunnya. Angka yang sangat fantastis, bahkan untuk sekelas turnamen di dunia olah raga yang sebenarnya angka tersebut sangatlah banyak.

Virtus.pro sendiri sudah memiliki jumlah subscriber sebanyak 7,6 juta di chanel YouTube-nya, dan video mereka telah ditonton sebanyak 1 miliar kali. Dari situs Esports Earnings sendiri Rusia menduduki peringkat ke-8 dengan raihan total senilai 4,4 juta USD atau sekitar 59 miliar Rupiah. Untuk peringkat pertamanya pun diduduki oleh negara Tiongkok dengan torehan total pendapatan senilai 29 juta USD atau kisaran 310 miliar Rupiah.

(ND/Games Beat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here