Tampaknya Grab serius dengan pasar Indonesia, sebab perusahaan ini telah menyatakan komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia. Grab berencana mengucurkan dana investasi sebesar USD 700 juta atau sekitar Rp 9,3 triliun dalam jangka waktu empat tahun.

Grab

Rencana ini juga sebagai dukungan perusahaan terhadap rencana Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Sedangkan untuk realisasi komitmen investasi itu akan mulai dilaksanakan pada tahun ini juga melalui pembangunan pusat riset dan pengembangan (R&D center) di Indonesia. Sementara untuk lokasinya, Jakarta dipilih sebagai kota yang tepat, meski belum diketahui di daerah mana persisnya.

Tak hanya membangun R&D di Indonesia, Grab juga berencana untuk mempekerjakan tenaga ahli yang berasal dari Indonesia sebagai engineer. Untuk tahun ini, bakal ada 150 orang engineer yang direkrut oleh Grab. Tentu dengan dibangunnya R&D di Indonesia akan semakin menyerap banyak pekerja yang berpotensi. Rencana Grab ini tentu disambut baik oleh Indonesia, dimana ini juga menyusul rencana Apple yang segera mendirikan pusat penelitian (R&D) di Indonesia.

Namun, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyarankan Grab untuk membangun pusat penelitian di luar pulau Jawa jika ingin membangun pusat R&D kedua. Hal ini bertujuan untuk pemerataan teknologi di Indonesia, karena selama ini Jakarta dan Jawa masih menjadi konsentrasi pembangunan, termasuk di bidang teknologi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here