(Kredit: Digital Trend)

Jika kita flash-back beberapa tahun yang lalu, pada saat itu belum banyak brand smartphone yang bersaing. Ya, saat itu persaingan smartphone hanya dilakukan oleh brand-brand terkemuka, seperti Apple, Samsung, dan LG. Namun kini telah banyak bermunculan brand smartphone asal negeri Tirai Bambu yang menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau. Tentu itu membuat persaingan semakin ketat di pasar smartphone, terutama Tiongkok sebagai pasar smartphone terbesar di dunia.

(Kredit: Digital Trend)
(Kredit: Digital Trend)

Kemunculan brand smartphone baru asal Tiongkok memang membuat brand internasional kehilangan pijakan, terutama di negeri itu. Salah satu brand yang menyerah bersaing di pasar Tiongkok adalah LG. Mengutip laporan berbasis Korea Daum News yang mengatakan bahwa LG bisa mempertimbangkan untuk menarik diri dari pasar smartphone Tiongkok.

Rupanya smartphone LG menyumbang hampir sebagian kecil dari pasar kurang dari 0,1% pada tahun 2016. Untuk membendung kerugian mereka akibat kecilnya angka penjualan, LG tidak hanya batal meluncurkan LG G6 ke pasar Tiongkok, tetapi juga menarik bisnisnya dari negara tersebut.

Langkah LG ini dirasa cukup masuk akal dan mereka tidak akan menjadi satu-satunya yang kalah bersaing di Tiongkok. Tahun lalu Sony Mobile juga mengumumkan bahwa mereka juga akan mengurangi fokus untuk pasar tertenetu, termasuk Tiongkok. Alasannya juga masih sama, yakni kehadiran brand asal Tiongkok membuat persaingan menjadi lebih kompetitif.

Salah satu brand Tiongkok yang menjadi ancaman adalah Xiaomi, dimana perusahaan ini membuat produk yang kuat namun membanderolnya dengan harga sangat murah. Hal itu terbukti mampu menarik pelanggan, dimana setiap flash sale produk smartphone Xiaomi banyak yang langsung ludes dalam hitungan beberapa detik saja. Namun LG belum memberikan konfirmasi mengenai berita ini, sehingga masih ada kemungkinan bahwa laporan ini tidak benar.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here