Demam mobil otonom yang menjangkiti berbagai perusahaan terkemuka dunia beberapa waktu belakangan ini tampaknya juga bakal menjangkiti Waymo yaitu salah satu anak perusahaan Alphabet (atau yang lebih dikenal dengan nama Google).

LyftWaymoSplit
Setelah resmi diakuisisi oleh Alphabet, Waymo yang telah bermitra dengan Lyft dikabarkan telah menempa sebuah kesepakatan yang akan membuat keduanya bekerja sama dalam menciptakan mobil otonomnya sendiri, baik itu untuk pengembangan maupun untuk proyek uji cobanya.

Seperti apa yang diungkapkan Waymo kepada New York Times, kemitraan tersebut akan membantu teknologi otonom agar bisa menjangkau lebih banyak orang, di lebih banyak tempat. Sedangkan bagi Lyft sendiri, kemitraan ini dibuat untuk mendapatkan akses ke teknologi self-driving terbaik dan mempercepat rencananya untuk ridesharing otonom. Dan Mike Isaac dari New York Times juga turut menambahkan, selain Waymo ternyata Lyft kabarnya juga telah bermitra dengan GM yang dianggapnya tidak eksklusif sejauh ini, jadi tidak perlu dikhawatirkan kemitraan yang terjalin bakal mengganggu di kemudian harinya.

Di satu sisi kerja sama dengan Waymo dinilai sebagai langkah strategis yang tepat bagi Lyft, sedangkan di sisi yang lain kemitraan yang ada justru merupakan kudeta atau bahkan pukulan telak terhadap musuh bebuyutannya yaitu Uber. Sebelumnya perusahaan Uber milik Travis Kalanick tersebut kabarnya telah dituduh menggasak teknologi Waymo. Dan sekarang Uber tampaknya harus gigit jari menyaksikan kenyataan pahit kalau pesaing utamanya yaitu Lyft telah jatuh ke pangkuan Waymo untuk bekerja sama menggarap kendaraan otonomnya sendiri.

Meskipun cakupan Lyft yang ada masih terbilang kecil, namun berkat kemitraan yang terjalin dengan Waymo bisa saja suatu hari kelak akan menjadi keuntungan yang sangat besar jika dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan oleh Uber terhadap keberadaan kendaraan otonomnya.

LyftWaymoSplit 01
Sementara bagi Waymo sendiri, kemitraan dengan Lyft tersebut dinilainya sebagai sesuatu pertanda baik karena teknologi tanpa drivernya diperkirakan bakal berkembang menjadi lebih dari sekedar eksperimen besar di masa yang akan datang. Meskipun sudah memiliki kesepakatan dengan Fiat Chrysler dan juga tidak tertutup dengan Honda yang konon masih dalam proses penjajakan, semua itu tidak sama dengan menawarkan layanan sebenarnya. Kolaborasi bersama Lyft tersebut tampaknya bakal memberi upaya Waymo untuk memiliki arah tujuan yang lebih jelas sehingga dapat diketahui pelanggan besar mana saja yang mau menggunakan teknologinya begitu siap untuk konsumsi publik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here