Perangkat Samsung Galaxy Note 7 milik Brian Green yang terbakar di pesawat maskapai Southwest (Foto: The Verge)

Peluncuran smartphone Galaxy Note 7 benar-benar menjadi bencana bagi Samsung. Kerugian finansial yang sangat besar terpaksa harus diderita Samsung akibat ponsel itu. Terlebih mereka kemungkinan akan melakukan proses recall untuk kedua kalinya kepada para pengguna Galaxy Note 7.

Perangkat Samsung Galaxy Note 7 milik Brian Green yang terbakar di pesawat maskapai Southwest (Foto: The Verge)
Perangkat Samsung Galaxy Note 7 milik Brian Green yang terbakar di pesawat maskapai Southwest (Foto: The Verge)

Untuk saat ini, Samsung mengimbau kepada para pengguna Galaxy Note 7 untuk mematikan dan tak menggunakan ponsel barunya. Tak lupa, mereka mengajak pengguna Galaxy Note 7 untuk melakukan refund atau meminta pergantian ke ponsel Samsung lainnya, utamanya adalah seri Galaxy S7.

Menurut laporan yang dikutip dari Reuters, Samsung bakal melakukan penghentian penjualan Galaxy Note 7 secara permanen. Hal ini belum secara resmi diungkapkan oleh Samsung. Kalau hal itu memang akan dilakukan oleh Samsung, kerugian yang harus mereka derita bakal sangat fantastis.

Jika Samsung benar-benar menghentikan penjualan smartphone Samsung, maka akan ada sebanyak 19 juta ponsel Galaxy Note yang menjadi sumber kerugian. Kalau dikalkulasikan menjadi uang, nilainya menjadi sekitar 17 miliar USD atau setara 218 triliun rupiah! Dengan perhitungan untuk satu ponselnya seharga 882 USD atau setara 11,5 juta rupiah.

Analis lain mengungkapkan, kalau Samsung bakal kehilangan 85 persen keuntungannya karena bencana yang ditimbulkan oleh Galaxy Note 7. Bahkan, tak sedikit pula yang menyebut kalau brand Galaxy Note 7 kini telah mati. Di waktu yang bersamaan, ada produk ponsel dengan kisaran harga serupa yang bersiap untuk mengambil alih market share Samsung.

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here