Smartphone high-end saat ini mayoritas sudah mengusung chipset yang dibuat dengan proses 10nm yang sangat hemat daya. Namun untuk smartphone entry-level masih menggunakan chipset yang dibuat dengan proses 28nm. Ketika segmen high-end akan bergeser ke chipset 7nm di masa mendatang, tampaknya untuk smartphone entry-level juga akan bergeser ke chipset 22nm.

MediaTek-Chip-helio

Menurut laporan Gizmochina, MediaTek bersama dengan GlobalFoundries berencana untuk memproduksi CPU 22nm FD-SOI untuk ponsel entr-level. Saat ini, ada tiga proses 22nm terkemuka: FinFET, CMOS, dan FD-SOI. Lalu kelebihan apa yang akan kita dapat dari proses manufaktur 22nm FD-SOI?

Menurut GlobalFoundries, manfaat dari proses 22nm termasuk biaya produksi dan konsumsi daya yang lebih rendah, namun tetap menyediakan alternatif dengan kinerja yang mirip dengan proses 16nm FinFET TSMC. Di sisi lain, TSMC mengklaim bahwa proses 22nm miliknya akan lebih mudah untuk beradaptasi dari 28nm, sedangkan 22nm FD-SOI akan memerlukan perubahan dalam arsitektur core untuk menghindari pelanggaran pada kekayaan intelektual core.

Terlepas dari klaim dari kedua belah pihak, hubungan baru antara MediaTek dengan GlobalFoundries menawarkan alternatif yang kompetitif untuk proses 22nm lainnya seperti teknologi planar 22nm TSMC.

Di pasar smartphone saat ini, mayoritas smartphone high-end sudah menggunakan prosesor 10nm Snapdragon 835. Sementara di segmen menengah, sudah menggunakan prosesor 14nm/16nm. Untuk segmen enty-level, kebanyakan produsen masih menyematkan chipset 28nm. Diharapkan MediaTek segera menghadirkan satu set chipset 22nm untuk smartphone entry-level, meskipun belum diketahui kapan pastinya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here