(Kredit: Ubergizmo)

Menjelang dimulainya ajang Mobile World Congress (MWC) 2016 pada bulan Februari mendatang, kini banyak ditemukan desain smartphone yang bakal mengusung chipset flagship Qualcomm Snapdragon 820. Kali ini kita akan membahas apa saja yang baru pada fitur ini serta perbedaannya dengan pendahulunya.

(Kredit: Ubergizmo)
(Kredit: Ubergizmo)

Performa sebuah perangkat relatif berpengaruh terhadap konsumsi daya (perf. / Watt), hal ini karena efisiensi dan daya tahan baterai tetap menjadi prioritas utama pengguna smartphone. Pada chipset ini, Qualcomm telah mengingkatkan kinerja dari CPU dan GPU serta meningkatkan efisiensi daya. Selain itu, Qualcomm juga memperbarui driver LTE dan WiFi untuk koneksi internet yang lebih baik.

Tak hanya itu saja, perangkat yang nantinya akan mengusung chipset ini juga akan mendapatkan fitur pengisian daya cepat serta fitur keamanan yang baru. Berikut adalah beberapa informasi yang Qualcomm presentasikan, dan kinerja yang lebih baik dari chipset sebelumnya.

(Kredit: Ubergizmo)
(Kredit: Ubergizmo)

Qualcomm Snapdragon 820 merupakan chipset yang pengerjaannya telah meng-upgrade semua komponen di dalamnya, termasuk core CPU, GPU, DSP, modem, dan image processors semuanya telah di-upgrade dari seri Snapdragon 810. Pada arsitektur ini, Qualcomm mengklaim jika semua komponen telah mendapatkan peningkatan secara signifikan.

qcom-snapdragon-820-improve

Proses semikonduktor 14nm FinFET

Prosesor ini juga dibangun dengan proses semikonduktor 14nm FinFET, di mana semakin kecil mereka, maka semakin tinggi “kepadatan komputasi” potensial. Biasanya, proses baru yang digunakan dengan cara yang meningkatkan konsumsi daya untuk beban kerja yang diberikan, sehingga menghasilkan kinerja-per-watt yang lebih baik dari generasi sebelumnya. 14nm (nanometer) merupakan salah satu proses terkecil saat ini yang digunakan dalam produksi chip.

Core Kyro

Kinerja dari sebuah perangkat mobile berasal dari central computing units (CPU) dan memori sub-sistem. Ini setara dengan prosesor (Intel/AMD) pada PC ataupun notebook. Snapdragon 820 memiliki prosesor quad-core yang dilengkapi dengan empat Qualcomm Kryo kustom core 64-bit. Dua dari mereka berjalan pada maksimum 2.2GHz (performa terbaik), sementara dua lainnya dijalankan pada maksimum 1.6GHz (kekuatan terbaik).

Pembagian ini tentu sudah dapat ditebak, perbedaan dari core tersebut untuk menangani beban komputasi yang berbeda, tergantung pada beban komputasi yang diberikan. Idenya adalah mirip dengan ide big.LITTLE milik ARM, kecuali bahwa konfigurasi yang berbeda.

Core Kryo kompatibel dengan ARMv8-A set instruksi yang dikembangkan untuk core ARM A35 /A53 / A57 / A72. Dari sudut pandang software, Kryo berperilaku seperti core milik ARM, tetapi secara internal, Qualcomm telah membangun core Kryo dari bawah ke atas untuk menggunakan optimasi yang unik. Hal ini memungkinkan Qualcomm untuk memilih anggaran transistor sendiri dan men-tweak core Kryo secara optimal.

snapdragon-820-geekbench-ST

snapdragon-820-geekbench-MT

Pada kelas flagship, Snapdragon 820 akan bersaing ketat dengan chipset Exynos milik Samsung, dan chip Hisilicon (Kirin) milik Huawei. Meski Snapdragn 820 kalah jumlah core dengan kedua chipset saingannya, namun bukan berarti kinerja dari Snapdragon 820 kalah dari kompetitornya, Setidaknya, pada test single core, Snapdragon 820 mampu menorehkan hasil yang memuaskan. Selain itu, pada multi-threaded chipset ini juga menyuguhkan performa yang mengesankan.

Memori sub-sistem juga telah mengalami petingkatan, dan data dapat mengalir lebih cepat bila dibandingkan dengan Snapdragon 810. Pada Independen tes sintetis menunjukkan antara 30% sampai 100% aliran data lebih cepat dari satu generasi ke generasi lainnya tergantung pada tugas yang dibebankan.

Hexagon 680 DSP (co-processor)

DSP merupakan unit khusus. Unit komputasi seperti pada awalnya dirancang untuk bekerja pada informasi aliran seperti audio atau sinyal visual. Saat ini, mereka mengaliri prosesor yang memiliki sejumlah besar daya komputasi, berkat penggunaan unit paralel beroperasi pada tipe data yang lebar.

(Kredit: Ubergizmo)
(Kredit: Ubergizmo)

Adreno 530

Prosesor grafis (GPU) adalah generator tunggal terbesar dari titik data kinerja benchmark gaming. Hal itu karena 3D dan 2D grafis render operasi tidak dapat dilakukan secara efisien oleh CPU atau DSP. Snapdragon 820 membawa GPU baru yang bernama Adreno 530. Pengolah grafis ini diklaim dapat memberikan performa komputasi grafis 40% lebih optimal.

snapdragon-820-gfxbench-man30-off

Selain itu, Adreno 530 dapat mengakses memori yang sama dengan core Kryo sehingga mereka berdua bisa memanipulasi dan berbagi data yang sama tanpa transfer data yang boros.

Spectra ISP (Image Signal Processor)

Unit Spectra ISP bukan bagian dari GPU, namun kali ini kita akan berbicara tentang hal itu dan di sini ISP dianggap sementara menjadi “grafis”. Aliran data yang berasal dari kamera biasanya diproses oleh ISP, dan data kemudian dapat dialihkan ke unit lain, seperti GPU dan CPU jika pengolahan tertentu perlu dilakukan.

Qualcomm mengatakan bahwa Spectra dapat memproses sampai dengan 3 data aliran berasal dari 25 Megapixel kamera. Itu adalah jumlah data yang besar, dan memiliki tiga buah kamera dapat membuka pilihan baru bagi para manufaktur ponsel, seperti memiliki stereoscopic input, atau kamera multi-angle seperti LG V10.

Modem Qualcomm X12 LTE

Snapdragon 820 memiliki integrasi dengan modem Qualcomm X12 4G LTE. Ini adalah LTE CAT12 (Kategori 12) modem yang dapat (secara teori) mencapai kecepatan transfer tertinggi 600 Mbps (download) dan 150 Mbps (upload). Kondisi di dunia nyata akan bervariasi tergantung pada posisi seseorang yang relatif terhadap BTS dan faktor-faktor lain.

Kecepatan ini dimungkinkan karena X12 menghubungkan ke infrastruktur nirkabel menggunakan tiga band 20MHz secara bersamaan (pembawa agregasi), hal inilah suatu keunggulan yang tidak dimiliki Snapdragon 810.

Kesimpulan

Untuk menebus kegagalannya pada Snapdragon 810 yang tidak menorehkan prestasi yang baik, pada Qualcomm Snapdrago 820 mereka membayar itu semua. Meski datang dengan prosesor quad core, namun performa chip ini malah lebih baik ketimbang chipset dengan prosesor octa core. Selain itu, pada chip ini juga telah ditingkatkan segala macam komponennya, seperti GPU, DSP, ISP, modem LTE, dll.

Pantas saja jika banyak desain smartphone yang bermunculan untuk menggunakan chipset ini karena semua telah dipikirkan matang-matang. Kita tunggu saja perangkat masa depan yang telah mengusung chipset terbaru daru Qualcomm ini.

(rez/Ubergizmo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here