Kabar yang cukup mengejutkan baru-baru ini justru datang dari NEC yang telah menyatakan pengunduran dirinya dari bisnis smartphone yang baru saja digelutinya.

Keputusan ini didasarkan pada terus memburuknya pemasaran smartphone besutannya akhir-akhir ini yang memaksa bisnis ponsel NEC telah menderita kerugian operasional hingga 9 miliar Yen (941,26 miliar rupiah) pada kuartal terakhir. Dengan tidak adanya indikasi membaiknya bisnis pemasaran ponselnya hingga saat ini, membuat NEC merasa tidak punya harapan lagi hingga pada munculnya keputusan untuk mengakhiri bisnis ponselnya tersebut.

Meskipun ke depannnya NEC akan mengakhiri pengembangan, produksi, dan penjualan smartphone, namun pada dasarnya NEC akan tetap terus memberikan dukungan untuk smartphone yang ada dan akan terus membuat ponsel dan tablet konvensional.

Sementara itu, sebelumnya NEC sendiri kabarnya juga pernah menjajaki kepentingan Lenovo dan perusahaan lainnya untuk memperluas bisnis ponsel dalam skala yang lebih besar lagi. Tapi pembicaraan dengan Lenovo pun diduga rusak karena terkait masalah kepemilikan mayoritas dan paten waktu itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here