MediaTek merupakan produsen chipset yang memiliki peran besar dalam pengiriman chipset untuk smartphone low-end dan mid-range. Namun awal tahun 2017 menjadi tahun yang sulit bagi produsen chipset asal Taiwan tersebut, karena mereka kehilangan banyak konsumen, sehingga pengiriman chipset milik mereka mengalami penurunan drastis.

Penurunan pengiriman chipset milik MediaTek ini tentu dikarenakan sang rival, yakni Qualcomm yang berhasil mendominasi chipset segmen entry-level dan mid-range, yang selama ini dikuasai oleh MediaTek. Selain itu, beberapa produsen besar asal Tiongkok, seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo telah beralih ke chipset buatan Qualcomm.

Meski produsen seperti Oppo masih mengandalkan chipset MediaTek untuk beberapa handset entry-level miliknya, namun untuk smartphone flagship Oppo R11 menggunakan chipset Snapdragon 660 yang dikenal memiliki performa tinggi. Tampaknya peralihan produsen smartphone tersebut ke chipset Qualcomm tidak akan bertahan lama, setidaknya menurut analis terkemuka, Pan Jiutang.

Menurut analis industri tersebut, produsen Oppo dan Vivo bakal kembali menggunakan chipset MediaTek untuk semester kedua tahun ini. Alasan terbesar Oppo dan Vivo bakal kembali menggunakan chipset MediaTek dipicu peluncuran Helio P25 dan Helio P30. Selain itu, chipset Helio X30 yang dibangun dengan proses 10nm tampaknya juga tidak bisa pandang sebelah mata, dimana Meizu Pro 7 dan Pro 7 Plus mengandalkan chipset flagship tersebut.

Jika benar Oppo dan Vivo bakal kembali menggunakan chipset milik MediaTek, tentu hal tersebut akan menjadi angin segar bagi produsen chipset asal Taiwan tersebut karena mereka akan mendapatkan kembali pelanggannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here