(Kredit: École Polytechnique Fédérale de Lausanne)

Mendeteksi sebuah kanker memang memerlukan alat medis yang sangat canggih. Namun baru-baru ini dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Angewandte Chemie, para peneliti menunjukkan bahwa teknik pencitraan yang disebut pemindaian mikroskop elektrokimia bisa menjadi alat medis yang sangat berguna untuk mendeteksi kanker pada jaringan manusia.

(Kredit: École Polytechnique Fédérale de Lausanne)

Alih-alih harus menggunakan bahan kimia tambahan seperti pewarna atau penanda fluoresen untuk melihat jaringan dengan baik, metode ini menggunakan probe elektrokimia untuk mendeteksi biomolekul alami di sekitar jaringan manusia.

Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan mikroelektron lunak yang disikat dengan lembut di seluruh sampel jaringan. Ketika ada pergerakan, para peneliti mengukur arus listrik yang dihasilkan oleh bahan kimia tertentu di jaringan untuk mendapatkan gambaran tentang struktur fisik jaringan itu dan juga komposisinya.

Tak ketinggalan, tim peneliti tersebut juga memberikan tiga demonstrasi terpisah dari penggunaan teknik baru ini. Pada penilian awal, mereka menggunakan hati tikus sebagai bahan penelitian untuk menunjukkan bahwa jenis nanoribbonthat tertentu yang dipelajari sebagai mekanisme pengiriman obat potensial dapat didistribusikan ke seluruh hati.

Sementara untuk demonstrasi kedua, probe mengukur protein hemoglobin untuk mendapatkan gambaran penuh dari jantung tikus yang bisa Anda lihat pada gambar di atas. Untuk percobaan terakhir, mereka menggunakan teknik ini untuk menunjukkan bahwa ia dapat secara akurat membedakan jaringan manusia yang sehat dari jaringan kanker.

Di masa yang akan datang, para peneliti tidak hanya ingin menggunakan metode ini untuk mendeteksi sel kanker saja, namun mereka juga ingin menghancurkan sel tersebut. Namun masih ada kendala dalam melakukannya, dimana untuk menghancurkan sel kanker pada jaringan yang tebal masih sulit dilakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here