Kembali ke beberapa waktu yang lalu, ketika kualitas gambar TV atau film masih rendah, tentu untuk membuatnya lebih tajam dan jelas merupakan hal yang tidak mungkin bisa dilakukan. Namun kini seiring dengan perkembangan teknologi, hal yang dulunya dianggap fiksi perlahan menjadi kenyataan. Hal tersebut tentu saja karena perkembangan AI yang dapat membantu untuk meningkatkan foto yang memiliki resolusi atau kualitas yang rendah.

Sebelumnya memang telah ada berbagai upaya untuk mencapai hal tersebut seperti Let’s Enhance dan juga dari Google yang mengajarkan AI bagaimana cara mengedit foto, oleh karena itu tidak mengherankan jika ada peneliti lain yang mengerjakan teknologi serupa untuk melakukannya dengan cara yang lebih baik.

Para peneliti baru-baru ini mengembangkan AI yang bernama Deep Image Prior, dimana ini adalah jaringan saraf lain yang tidak hanya dapat meningkatkan kualitas foto beresolusi rendah, namun juga bisa juga memperbaiki file gambar yang rusak. Hal menarik dari metode ini adalah bahwa tidak seperti metode lain yang mengharuskan AI dilatih atau diajarkan terlebih dahulu, Deep Image Prior malah menggunakan gambar itu sendiri sebagai panduan.

Menurut keterangan dari makalah penelitian, “Metode kami menggunakan ConvNet yang diinisialisasi secara acak untuk memasang gambar, menggunakan strukturnya sebagai gambar sebelumnya; Mirip dengan bicubic upsampling, metode ini tidak memerlukan pembelajaran, namun menghasilkan hasil yang jauh lebih bersih dengan ujung yang lebih tajam.”

Tentu ini merupakan ide yang sangat bagus, karena manusia tidak perlu melakukannya secara manual. Namun pada titik ini, belum diketahui kapan teknologi AI baru ini akan diterapkan pada software pengedit foto utama seperti Photoshop dan lain-lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here