Pemerintah dan kementrian keamanan Publik China bekerjasama dengan 10 mesin pencari asal China seperti Baidu Inc dan Sohu.com, serta lembaga keuangan untuk mencegah serangan phishing terhadap pengguna internetnya.

Dengan adanya kerjasama ini, jika seseorang mencari sesuatu di Internet, maka yang akan muncul di posisi teratas adalah website-website resmi milik perusahaan sehingga mengurangi terjadinya pishing. Langkah ini dilakukan, setelah China mendesak keamanan internet untuk lebih ketat, menyusul serentetan kebocoran data pribadi.

Kantor berita China, Xinhua, melaporkan bahwa sudah lebih dari 6 juta akun dari ID pengguna, password dan alamat email yang terdaftar di CSDN, sebuah situs untuk programmer, telah di bobol. Hal tersebut ditemukan oleh penyedia software antivirus.

Surat Kabar Global Times, pada Jumat lalu menggambarkan keadaan keamanan internet di China sangat tidak stabil, bahkan China secara resmi telah menghimbau kepada penduduknya untuk tidak menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter karena khawatir akan membahayakan keamanan data user dan keamanan nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here