Untuk Anda yang memiliki aktivitas jual beli barang atau jasa melalui jejaring sosial, siap-siap saja didatangi oleh petugas pajak. Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mengungkapkan, kalau pemerintah memiliki potensi pemasukan pajak yang sangat besar dari masyarakat yang menjual barang dan jasa di media sosial.

pajak

Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Kemenkeu Yon Arsal dalam laporan Bloomberg mengungkapkan kalau pemerintah punya potensi pemasukan sebesar 1,2 miliar USD atau setara 15,6 triliun rupiah. Potensi itu bisa dipenuhi dengan catatan, kalau pemerintah bisa menarik pajak dari para penjual online di Kaskus, Facebook, forum online, ataupun selebgram yang menggunakan akunnya untuk endorse produk. Seperti Awkarin misalnya.

Yon mengungkapkan, kalau pihaknya saat ini masih mendiskusikan bagaimana metode efektif yang bisa digunakan untuk menarik pajak dari para penggiat bisnis online ini. Pihak Ditjen Pajak pun bahkan akan siap melakukan kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk bisa melacak penjualan serta transaksi online yang terjadi di Indonesia.

Para pengguna internet di Indonesia saat ini memang bisa menikmati secara nyata bagaimana perkembangan internet yang dapat digunakan untuk meraup keuntungan. Mulai dari kemunculan forum jual beli di berbagai forum, hingga kehadiran selebgram yang bisa memperoleh pundi-pundi rupiah dengan berbekal follower yang banyak. Siap-siap saja ya….

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here