Kompetisi pembuatan game Microsoft untuk kalangan anak-anak dengan menggunakan platform Kodu sebagai basis proyeknya baru-baru ini telah digelar. Dan sejalan dengan itu, para pemenang untuk edisi pertama Kodu Cup pun kini baru saja telah diumumkan.

Kodu sebagai sebuah bahasa pemrograman visual baru yang dirancang untuk membuat game, telah menawarkan secara gratis pada platform Windows maupun Xbox.

Bagi peserta yang telah akrab dengan bahasa pemrograman visual tentunya tidak perlu memerlukan keterampilan yang tinggi semacam coding untuk membuat game buatannya sendiri. Dengan begitu, anak-anak berumur sembilan atau bahkan lebih muda lagi tentunya dapat dengan mudah membangun proyek game kreasinya sendiri.

Contohnya adalah anak bernama Hannah Wyman yang baru berumur 10 tahun ternyata ia baru saja memenangkan hadiah utama untuk permainan video di kelompok usia 9-12 dengan proyek gamenya yang bernama Toxic.

“Anak-anak yang polos apa adanya, telah melakukan banyak hal dalam Kodu yang sebelumnya Saya tak pernah bayangkan. Anak-anak ini memiliki imajinasinya sendiri tentang zombie dan dunia fantasi, monster dan penyakit menular, serta pahlawan mitos yang merupakan varietas yang sangat luar biasa tentunya”, ungkap Brad Gibson, manajer program senior Microsoft Research’s Future Social Experiences (FUSE) Labs.

“Di satu sisi Anda berkata,” Hei, mereka adalah anak-anak, Anda berharap banyak imajinasi yang bakal muncul”. Tetapi ketika Anda melihat kedalaman gameplay dan kekayaan cerita yang mereka ciptakan, Saya rasa nantinya bakal banyak anak-anak dengan caranya sendiri untuk menjadi desainer game kelas dunia”.

Sejauh ini Microsoft sendiri belum secara resmi mengumumkan para pemenangnya melalui situs Microsoft Kodu Cup 2011. Dan Mirosoft hanya memposting dengan mencantumkan nama proyek gamenya saja.

Pemenang lain dalam kelompok usia yang berbeda, jatuh kepada anak berumur 15 tahun bernama Jacen Sherman dengan game Vortex. Sedangkan anak berumur 9 tahun yang bernama David Gardiner juga telah berhasil menyabet posisi pertama dengan proyek gamenya yang bernama Attack Alien.

“Jika Anda seorang tech-savvy, tentunya akan membuat Anda untuk lebih kompetitif dan memberi Anda keuntungan di tempat Anda bekerja. Apa yang kami coba lakukan adalah menemukan cara untuk membuat anak-anak lebih mengarah ke tech savvy. Itulah jenis pondasi untuk Kodu”, tambah Gibson.

“Hal ini menjadi indah dan menarik untuk melihat apa yang terjadi sejak Kodu dirilis. Kami telah memiliki lebih dari 100.000 software download-an dalam waktu sekitar 15 bulan terakhir ini dan kami sedang bekerja sama dengan sekolah-sekolah di seluruh negeri dan di seluruh dunia untuk menginstal Kodu”.

Berikut cuplikan video game para pemenang Microsoft Kodu Cup 2011, yaitu:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here