kredit: nationalcybersecurity

Beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan dengan aksi peretasan hacker terhadap bank di Bangladesh yang berujung pada pencurian uang senilai 1 triliun rupiah. Dan kali ini, aksi peretasan serupa pun terjadi, tepatnya di Qatar. Namun aksi hacker kali ini terjadi bukan karena penggunaan router murah serta tidak ada kerugian secara finansial.

kredit: nationalcybersecurity
kredit: nationalcybersecurity

Aksi peretasan ini dilakukan oleh kelompok hacker yang masih belum diketahui identitasnya melalui website Cryptome. Dalam aksi peretasan tersebut, para hacker pun berhasil memperoleh data berukuran 1,4GB yang berisikan data-data terkait para nasabah Qatar National Bank (QNB). Di antaranya adalah data terkait password, PIN, data kartu pembayaran, alamat rumah, email serta data-data lainnya.

Pihak QNB hingga saat ini mengungkapkan kalau tidak ada kerugian finansial yang mereka alami. Mereka pun mengatakan kalau belum ada laporan kerugian yang dialami oleh para nasabah yang datanya dicuri oleh hacker. Sebagai tindah lanjut, pihak bank juga telah menghubungi perusaahaan keamanan jaringan untuk melakukan analisis terkait kejadian ini.

Kabar buruknya, data yang dicuri ternyata tidak hanya berisikan data para nasabah. Seperti dikutip dari Softpedia, data-data yang berhasil didapatkan oleh para hacker tersebut juga berisikan dokumen internal bank. Termasuk adalah data terkait Keluarga Kerjaaan Qatar, data Kementerian Pertahanan dan data-data penting lainnya yang terangkum pada sebuah folder berlabel ‘SPY’.

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here