Perkembangan teknologi saat ini sudah memungkinkan manusia untuk membenamkan chip ke dalam tubuh atau di bawah kulit manusia. Banyak hal yang mendasari dilakukannya pembenaman chip, termasuk untuk keperluan medis, pelacakan hewan, penelitian, dan untuk tujuan ilmiah lain. Namun sebuah startup di Swedia yang bernama Epicenter telah membenamkan microchip pada karyawan bukan untuk hal-hal yang disebutkan di atas, melainkan untuk kenyamanan karyawan.

104380928-AP_17093343055136.530x298

Seperti yang dilaporkan Ubergizmo, microchip yang dibenamkan kepada karyawan tersebut berfungsi sebagai akses yang lebih mudah untuk keluar masuk kantor, mengoperasikan printer, membeli makanan di kantin, dan hal lain sebagainya. Caranya, karyawan hanya perlu melambaikan tangan mereka pada terminal saat hendak mengkases sesuatu. Jadi ini lebih mudah ketimbang harus membawa kartu akses, karena dengan membenamkan microchip ke dalan tubuh tidak akan hilang atau dicuri.

Patrick Mesterton, co-founder dan chief executive dari Epicenter mengatakan, “Manfaat terbesar, saya pikir, adalah kenyamanan. Pada dasarnya menggantikan banyak hal yang Anda miliki, perangkat komunikasi lainnya, apakah itu kartu kredit atau kunci.”

Tidak mengherankan jika ada kekhawatiran seperti privasi dan keamanan, di mana menurut Ben Libberton, seorang ahli mikrobiologi di Stockholm Karolinska Institute, hacker berpotensi memperoleh banyak sekali informasi dari microchip yang tertanam ini. Namun, sejauh ini karyawan yang telah ditanami microchip merasa cukup gembira dengan konsep baru ini, karena dirasa lebih praktis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here