Sudah sebulan game yang dinanti-nanti, Pokemon Go dirilis oleh Niantic Labs. Tidak butuh lama untuk membuat game ini tenar karena selain diminati oleh pecinta serial Pokemon, game ini juga menawarkan permainan yang tidak biasanya, yakni memanfaatkan teknologi Augmented Reality yang menjadikan lingkungan sekitar kita seolah-olah ada Pokemon.

Pokemon Go

Namun eksistensi game ini nampaknya sudah mulai berkurang, seperti yang dilaporkan oleh TweakTown, Rabu (24/8/2016). Dari hasil kajian survei Sensor Tower, SurveyMonkey, dan Apptopia, disebutkan bahwa jumlah pemain Pokemon Go berkurang dari 45 juta pemain menjadi sekitar 30 juta pemain saja. Hal ini diteliti dari jumlah unduhan, ketertarikan dan waktu yang dihabiskan untuk memainkan game ini.

Nampaknya para trainer (pemain Pokemon Go) sudah bosan dengan konten yang ditawarkan Niantic Labs. Apalagi jumlah Pokemon yang ada masih merupakan batch pertama dan fitur-fitur yang tidak kunjung dirilis, seperti bertukar Pokemon. Satu lagi yang membuat game ini menurut kami ditinggalkan adalah, banyaknya trainer yang menggunakan program atau aplikasi pihak ketiga. Seperti pemalsuan GPS, program yang membuat pemain tidak perlu berjalan untuk mendapatkan Pokemon, bahkan program bot yang mampu meningkatkan level karakter dalam waktu yang singkat.

Niantic Labs sendiri sekarang juga sudah memperketat game ini, sehingga mampu melacak para pemain yang menggunakan aplikasi atau program pihak ketiga dan langsung menangguhkan akun tersebut. Selain itu juga, kabarnya Niantic sedang mempersiapkan pembaruan terbaru untuk Pokemon Go.

Akankah Pokemon Go tetap laris dan menjadi ladang uang bagi Niantic Labs hingga tahun depan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here