Ponsel “Black Market” Merusak Pasar dan Persaingan?

Ponsel “Black Market” Merusak Pasar dan Persaingan?

BeritaTeknologi.com

Beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan telah mengumumkan untuk menghentikan penjualan smartphone “Black Market”, khususnya pada situs jual beli online (e-commerce) Tokopedia.

Himbauan tersebut dikarenakan smartphone “Black Market” tidak memenuhi syarat kandungan TKDN, seperti mana yang telah ditetapkan pemerintah, sebanyak 40%. Langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia ini disambut positif oleh Lenovo.

Seperti yang dilansir dari detikinet, Anvid Erdian selaku Mobile Business Group 4P Manager Lenovo Indonesia mengatakan bahwa, produk BM (Black Market) sangat merugikan pasar dan merusak persaingan.

Dirinya juga mengatakan bahwa, produk BM ini bisa masuk dengan bebas di Indonesia tanpa harus melalui sertifikasi dan pengujian oleh pihak terkait. Anvid mengatakan dirinya sangat berharap tindakan seperti ini dapat terus dilakukan untuk menekan peredaran smartphone BM di Indonesia.

Tak hanya itu saja, pada pertemuan media gathering yang bertempat di di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Anvid menyebutkan peredaran smartphone BM ini sangat meresahkan bisnis smartphone yang masuk secara legal. Hal ini dilontarkan karena mereka (Lenovo) juga harus mengalami tahap sertifikasi hingga pengujian agar dapat beredar di pasar Indonesia.

Bagi yang belum tahu, Tokopedia sendiri telah melarang dan menghapus segala lapak yang berhubungan dengan perangkat smartphone besutan Apple yang belum resmi masuk Indonesia. Daftar smartphone tersebut antara lain iPhone 6s, iPhone 6s Plus, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Apakah hanya produk buatan Apple saja yang harus ditekan peredarannya? Mengingat banyak sekali smartphone asal Tiongkok yang masuk dengan mudah tanpa harus melalui proses sertifikasi dan pengujian.