Ponsel BlackBerry “Made In Indonesia” Upaya Untuk Menjaga Eksistensi Perusahaan Di Indonesia

Ponsel BlackBerry “Made In Indonesia” Upaya Untuk Menjaga Eksistensi Perusahaan Di Indonesia

Indonesia merupakan pasar utama bagi BlackBerry. Menurut Wall Street Journal, BBM adalah platform messaging paling tinggi di Indonesia dengan 60 juta pengguna aktif bulanan (per Juni) di pasar dengan total 250 juta penduduk.

Blackberry

Menurut Euromonitor International, pada tahun 2020 Indonesia akan menjadi pasar terbesar keempat untuk smartphone dengan penjualan tahunan sebesar $ 1 miliar. Tapi ada kesepakatan yang baru, yakni regulasi “Made in Indonesia” di Indonesia berarti bahwa handset yang dijual di kawasan ini perlu lebih banyak mengandung bagian yang bersumber secara lokal atau yang disebut TKDN.

Tahun depan, 30% dari smartphone yang terjual di Indonesia harus memiliki konten lokal yang sekarang dapat mencakup perangkat lunak atau investasi. Pada 2018, angka itu akan meningkat menjadi 40%. Tahun ini, angka tersebut masih menyentuh 20% dari total keseluruhan.

Agar dapat menjual ponsel di Indonesia, BlackBerry telah menandatangani kesepakatan dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Perusahaan tersebut merupakan operator seluler terbesar di Indonesia, dan akan memproduksi, mempromosikan serta mendistribusikan semua handset BlackBerry di wilayah Indonesia dan tidak menutup kemungkinan dapat menyebar ke pasar lain.

Pesaing BlackBerry seperti Apple memiliki waktu yang sulit untuk memenuhi konten lokal. Hanya dengan memiliki count software ke arah jumlah konten lokal tidak membantu Apple memenuhi TKDN, dan perusahaan dikabarkan akan membangun pusat R&D di Indonesia tahun depan agar dapat meningkatkan TKDN.

Selain Apple, perusahaan lain yang juga mencari cara untuk memperluas pasar di Indonesia adalah Xiaomi. Seorang juru bicara mengatakan bahwa “Indonesia merupakan pasar strategis untuk Xiaomi dan kami berkomitmen untuk tumbuh,” seperti yang dikutip dari laporan Phonearena, Minggu (16/10/2016).

Di sisi lain, Lenovo dan Samsung mendirikan pabrik di Indonesia pada 2015, dan produsen smartphone lainnya telah menemukan perusahaan lokal serta menjalin kemitraan untuk membangun dan merakit handset mereka. Berbicara tentang Samsung, perusahaan ini memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia pada kuartal kedua, dengan 26% dari pengiriman smartphone menurut IDC.

Tujuan TKDN di Indonesia, selain membantu produsen lokal, peningkatan persyaratan konten lokal akan meningkatkan pengembang di wilayah ini. Mencari untuk mendukung industri software lokal, smartphone yang dibeli di Indonesia harus datang dengan 7 aplikasi mobile lokal secara pra-instal, atau 14 game dengan setidaknya memiliki jutaan pengguna aktif.

Tentu sebagai produsen smartphone harus berlomba-lomba untuk memenuhi tingkat kandungan dalam negeri, dan kesepatakan BlackBerry dengan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk bisa melangkah ke jenjang yang lebih jauh, dan untuk menjaga eksistensi BlackBerry di Indonesia.

NO COMMENTS

Leave a Reply