larangan-laptop-di-dalam-pesawat

Qatar Airways mengumumkan solusi untuk larangan membawa laptop dan tablet pada penerbangan ke Amerika Serikat. Yaitu layanan sewa laptop dari maskapai untuk para penumpang.

CEO Qatar Airways, Akbar Al Baker mengatakan: “Kami benar-benar menghargai pentingnya untuk dapat bekerja di dalam pesawat dan itulah sebabnya saya telah bersikeras untuk menawarkan solusi terbaik bagi pelanggan kami. Dengan memberikan layanan pinjaman laptop, kita dapat memastikan bahwa penumpang kami pada penerbangan ke AS dapat terus produktif ketika on-board.”

Maklum saja, sebab Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pun telah memperkirakan bahwa larangan kontroversial oleh presiden Trump ini akan mempengaruhi maskapai penerbangan langsung ke AS dari 10 bandara di delapan negara mayoritas Muslim termasuk UEA, Qatar, Mesir, Arab Saudi dan Kuwait. Juga berdampak pada 393 jadwal penerbangan penumpang per minggu ke Inggris

Laptop gratis akan tersedia untuk penumpang kelas bisnis selama bepergian pada semua penerbangan menuju AS mulai minggu depan. Penumpang bisa mempersiapkan USB untuk melanjutkan pekerjaan yang harus diselesaikan di pesawat. Tetapi Qatar Airways belum memberikan harga pasti pada layanan khusus ini untuk penumpang non-bisnis.

Setiap barang-barang elektronik dengan dimensi di atas smartphone kini dilarang dibawa. Nantinya, tablet, laptop dan e-book reader harus dikumpulkan dan aman dikemas di bagasi sampai tiba dengan selama ke ke AS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here