Qualcomm Ingin Apple Berhenti Jualan iPhone Di Amerika Serikat

Qualcomm Ingin Apple Berhenti Jualan iPhone Di Amerika Serikat

by -

Tak hanya berselisih dengan Samsung, Apple juga memiliki permasalahan dengan Qualcomm, dimana sekitar dua bulan yang lalu, Apple telah mengatakan jika mereka tidak akan membayar royalti US$1 miliar kepada Qualcomm hingga masalah di antara mereka terselesaikan, dimana Qualcomm menuntut larangan pembuatan iPhone di AS dan Asia.

qualcomm-logo

Hari ini, Qualcomm telah resmi mendaftarkan keluhan dengan International Trade Commission (ITC) dan Pengadilan Federal di AS untuk melarang impor dari beberapa model iPhone yang diklaim bahwa Apple telah melakukan hal yang tidak adil dalam menggunakan teknologi.

Menurut gugatan yang diajukan Qualcomm dengan ITC, iPhone yang diproduksi di Tiongkok tidak boleh diimpor ke AS jika mereka melanggar paten dari Qualcomm. Kasus yang diajukan dengan Pengadilan Distrik AS untuk Southern California mencari kesalahan dalam pelanggaran paten.

Qualcomm telah menuduh Apple melanggar enam paten teknologinya yang merupakan beberapa fitur penting pada iPhone. Qualcomm mengklaim bahwa Apple terus menggunakan paten tersebut tanpa membayar untuk mereka. Sayangnya belum diketahui model iPhone mana yang telah melanggar paten milik Qualcomm. Oleh karena itu, Qualcomm melarang Apple melakukan beberapa hal seperti menjual, mengiklankan, mengimpor, dan menyimpan iPhone.

Qualcomm-vs-Apple

Enam paten yang dilanggar Apple terkait dengan kinerja optimal dari baterai, memperpanjang masa hidup baterai saat mengirim video langsung dengan menciptakan data berkecepatan tinggi, manajemen jaringan dan kinerja sistem. Keenam paten tersebut diterbitkan dalam empat tahun terakhir dan gambar di atas yang diunggah oleh Qualcomm memberikan rincian dari semua paten yang dilanggar oleh Apple.

Qualcomm-vs-Apple1

Di sisi lain, Apple telah mengajukan keluhan hukum atas ketidakadilan Qualcomm dalam mematok biaya lisensi paten. Menurut keluhan tersebut, Qualcomm memaksa Apple membayar lima kali lebih mahal atas lima paten. Pada saat yang sama, Qualcomm juga mengatakan bahwa Apple menyebarkan informasi palsu dan menyesatkan untuk lembaga antitrust dalam upaya untuk mengurangi jumlah royalti yang harus dibayarkan ke Qualcomm.

NO COMMENTS

Leave a Reply