Penggunaan sosial media memang memudahkan kita dalam berkomunikasi. Bahkan dalam hal penyampaian informasi pun cenderung dilakukan di media sosial karena lebih aktual dan jangkauan yang luas. Namun semua posting yang ada di media sosial tak melulu berbau positif, bahkan sekarang media sosial lebih banyak digunakan untuk menghujat, atau menghina seseorang atau kelompok. Tidak tanggung-tanggung ada juga yang menghina dan menghujat yang ujungnya berakhir rasis.

using-fb

Mungkin susah untuk memberikan efek jera kepada para orang-orang yang suka memberikan komentar berbau rasis. Dikutip dari Business Insider, Selasa (1/12/2015), menanggapi hal ini salah satu kelompok di Brazil, Criola, melancarkan sebuah kampanye yang unik. Kampanye yang dilakukan oleh kelompok ini adalah menggambil screenshot dari posting/komentar seseorang yang rasis di media sosial, kemudian dipamerkan di papan billboard dekat rumah tempat tinggal mereka.

Kelompok ini mengatakan tidak ada maksud ingin memamerkan wajah si pemberi komentar rasis, namun ingin memberikan dampak yang nyata atas perbuatan mereka. Yang menarik adalah Criola group ini menyewa tempat untuk pemasangan billboard, yang akan digunakan untuk memampang foto dan komentar rasis yang dilontarkan. Tapi Criola group tetap menjaga privasi mereka dengan cara mem-blur nama dan wajah si pelaku.

rasis-0
Sebuah kicauan rasis yang akhirnya dipasang di dekat rumah pelaku, artinya kurang lebih adalah “Aku tiba di rumah dan aku mencium bau orang kulit hitam” (Kredit: Racismo Virtual)

Cara kerjanya cukup unik, Criola group mencari dan mengidentifikasi lokasi dari mana si pelaku ini tinggal. Fitur ini bisa didapatkan di semua media sosial, sehingga banyak orang bisa mengetahui darimana postingan itu berasal, termasuk Criola group.

Kampanye ini dilakukan oleh Criola group karena mereka ingin menghilangkan rasisme di Brazil. Pada bulan Juli lalu, salah satu wartawan, Maria Júlia Cutinho sedang membacakan ramalan cuaca di salah satu stasiun televisi ternama, namun karena dia salah membaca, teman yang kebetulan sedang siaran bersamanya membenarkannya.

Banyak media yang memuji Maria Júlia Cutinho karena membenarkan cara membaca ramalan cuaca tersebut, dan juga dia merupakan pembaca ramalan berita berkulit hitam pertama di Brazil. Namun di lain sisi, banyak masyarakat Brazil yang menghujaninya dengan celaan dan hujatan yang cenderung rasis, di media sosial milik Mark Zuckerberg, Facebook.

rasis-01
Salah satu komentar lain yang artinya kurang lebih adalah “Jika kamu mandi, maka kamu tidak akan begitu kotor” (Kredit: Racismo Virtual)

Sehingga kampanye dari Criola group ini mengingatkan kepada para pengguna internet, meskipun kita berada di dunia maya, tetap harus menjaga etika dan sopan santun dalam berkomunikasi. Serta kampanye ini sebagai pengingat juga bahwa bullying di dunia maya bisa berdampak pada kehidupan nyata.

Nah kira-kira kalau diterapkan di Indonesia gimana ya? Semoga kita sebagai pengguna internet tetap menjaga sopan santun dan etika dalam berkomunikasi terhadap orang lain. Seperti pepatah, mulutmu harimaumu, jangan sampai seperti para pelaku tindakan rasis di Brazil ya.

(ND/Business Insider)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here