Awal kemunculan smartphone terbaru Samsung Galaxy Note 7 banyak sekali masalah yang timbul. Rata-rata disebabkan oleh ledakan perangkat tersebut, karena Samsung menggunakan beterai buatan mereka sendiri (SDI). Bahkan lembaga regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat (FAA), mengeluarkan pernyataan kepada para pemilik perangkat Galaxy Note 7 selama penerbangan untuk mematikan perangkat tersebut dan tidak sedang dalam posisi diisi baterainya.

samsung-galaxy-note-71

Seiring banyaknya kasus yang timbul, akhirnya Samsung mengeluarkan kebijakan “recall” bagi para pemilik perangkat smartphone papan atas tersebut. Spontan para konsumen pun mengembalikan produk Galaxy Note 7 mereka ke tempat pembelian semula.

Waktu yang dinanti telah tiba, akhirnya perangkat Samsung Galaxy Note 7 versi terbaru sudah datang. Seperti yang dilansir dari The Verge, Jumat (23/9/2016), perangkat smartphone tersebut telah tiba Amerika Serikat sebanyak 500.000 unit.

Dikatakan oleh Samsung, jumlah tersebut kabarnya adalah masih setengah dari jumlah keseluruhan perangkat Galaxy Note 7 yang di jual di sana (Amerika Serikat). Jumlah konsumen yang menukarkan perangkat Galaxy Note 7 pun dikabarkan sekitar 90%. Jadi setidaknya bakal ada sekitar 400 ribu hingga 500 ribu unit Galaxy Note 7 versi terbaru lagi yang akan datang di negara tersebut.

note-7-caja

Sebagai penanda versi Galaxy Note 7 terbaru, Samsung menambahkan huruf “S” yang dekat dengan barcode produk dari kardus perangkat ini. Jadi bila hendak membeli perangkat Samsung Galaxy Note 7 yang versi terbaru dengan baterai yang lebih aman, pastikan terdapat huruf “S” yang dekat dengan barcode.

Namun dari beberapa laporan konsumen, prosedur penggantian Samsung Galaxy Note 7 tidak mudah. Hal ini tidak berasal dari pihak Samsung saja, namun juga dari pihak operator seluler pun mempersulit prosedur “recall” ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here