Review Vivo Y55, Smartphone Premium dengan Harga Terjangkau, Cocok untuk Selfie

Review Vivo Y55, Smartphone Premium dengan Harga Terjangkau, Cocok untuk Selfie

by -
BeritaTeknologi.com

Gempuran smartphone di Indonesia memang sudah tak terbendung lagi. Banyak merek baru bermunculan yang berasal dari Tiongkok. Bahkan smartphone tersebut siap bersaing dengan merek-merek ternama yang sudah ada di Indonesia lebih dulu.

cover-vivoy55-re-0

Salah satunya adalah Vivo yang merupakan merek asal Tiongkok dan hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Perlu diketahui bahwa merek ini sendiri di negara asalnya menduduki pada peringkat 5 besar, yang termasuk dalam jajaran merek paling laris. Kami pun berkesempatan untuk mencicipi smartphone dari merek ini, salah satunya adalah Vivo Y55.

Spesifikasi Vivo Y55:

  • Layar: 5,2 inci 1280×720 piksel
  • Jaringan : EDGE, 3G, HSPA, 4G LTE
  • Chipset : Qualcomm Snapdragon 430 octa core 1.4GHz + GPU Adreno 505
  • Memori: 2GB RAM + 16GB memori internal (support micro SD)
  • Kamera : 8 megapiksel pada bagian belakang, autofocus, LED flash, + 5 megapiksel pada bagian depan dengan screen flash
  • Baterai: 2650mAh non-removable
  • SIM: Dual micro SIM / dual on
  • OS : FuntouchOS 2.6 (Android 6.0 Marshmallow)
  • Harga: Rp2.500.000 (November 2016)

Smartphone ini menyasar kelas entry level – mainstream namun dibalut dengan bodi metal dengan desain yang sangat menggoda. Nah sebelum kita bahas lebih lanjut. Kita cari tahu bareng-bareng paket penjualan dari Vivo Y55 ini.

unboxing-vivoy55-0

Paket penjualan Vivo Y55:

  • Sebuah perangkat smartphone Vivo Y55
  • Buku petunjuk
  • Sebuah jelly case
  • Sebuah SIM ejector
  • Sebuah kabel data micro USD
  • Sebuah kepala charger dengan output 1A
  • Sebuah headset

Dari daftar di atas kita dapat melihat bahwa paket penjualan yang disediakan oleh Vivo nampaknya sangat lengkap. Mereka menyertakan sebuah jelly case sehingga nantinya kita tak perlu bersusah payah mencari atau membeli case tambahan untuk smartphone ini. Selain itu juga terdapat headset yang menurut kami sudah jarang ditemukan pada paket penjualan smartphone saat ini.

Desain

Bicara soal desain, saat pertama kali melihat Vivo Y55 keluar dari kardus kami terkesan dengan bentuknya yang premium. Meski terlihat hampir sama dengan beberapa kebanyakan smartphone yang beredar di pasaran, kami merasa ada aura berbeda saat menggenggam Vivo Y55 ini.

Nampak depan tidak akan menjumpai tombol fisik apapun, karena Vivo mendesain Y55 menggunakan tombol kapasitif untuk navigasinya. Mengusung luas layar 5,2 inci pun membuat smartphone ini tidak begitu sulit untuk menjangkau seluruh sudut dengan satu tangan, terutama bagi yang memiliki ukuran tangan sedang. Layarnya pun sudah 2.5D curved screen sehingga tampak melengkung pada bagian tepiannya.

layar-vivoy55-0

Ketebalannya juga tipis yakni hanya 7,5mm saja, hampir sepadan dengan perangkat flagship beberapa smartphone ternama seperti Apple iPhone 7, bahkan lebih tipis dari perangkat flagship Samsung Galaxy S7 Edge. Tata letak tombolnya juga memudahkan dalam penggunaan sehari-hari, yang saling berjajar antara tombol power dan pengatur volume.

bodi-vivoy55-1

Di bagian belakang terdapat sebuah kamera 8 megapiksel dan logo Vivo yang dibalut dengan warna krom. Lalu di atas dan bawah terdapat sebuah garis lurus, yang merupakan lajur antena dari perangkat Y55. Bahan yang digunakan pada smartphone ini berbahan metal pada seluruh permukaan bagian belakang dan sisinya alias frame.

bodi-vivoy55-2

Mengusung konsep unibodi, baterai pada Vivo Y55 ini tidak dapat dilepas. Untuk memasang kartu SIM dan memori, dapat melalui sisi kiri dan sisi atas. Menggunakan SIM ejector, Vivo Y55 ini mendukung penggunaan dua kartu SIM sekaligus. Ingin menggunakan kartu memori tambahan? Tenang saja, kita tidak perlu merelakan slot SIM ke-2 karena pada smartphone ini tidak mengusung desain hibrid. Untuk memasangkan kartu memori tambahan bisa melalui pada bagian sisi atas, dekat dengan jack headset 3.5mm.

Saat digenggam Vivo Y55 ini tidak terasa licin. Bahkan kami sangat nyaman menggunakannya berlama-lama. Namun yang menurut kami perlu diperhatikan adalah pada bagian lis berwarna krom, yang terletak antara layar dan cover bagian belakang. Karena biasanya warna-warna tersebut mudah sekali terkelupas.

Layar

Vivo Y55 ini seperti yang sudah kami katakan di atas, menggunakan layar seluas 5,2 inci. Resolusinya tidak terlalu tinggi, yakni HD 1280×720 piksel. Kami masih merasa wajar dengan resolusi tersebut karena masih mampu menghasilkan warna yang cukup tajam. Layar yang disematkan pun sudah 2.5D alias melengkung pada bagian tepi.

layar-vivoy55-2

Bicara soal jarak layar dengan tepiannya bisa dikatakan menyisakan cukup ruang sekitar 2-3mm. Menurut kami tidak tebal, namun juga tidak tipis juga. Yang jelas tidak menghilangkan kesan elegan pada perangkat ini.

Yang menarik adalah, pada saat membuka dus pertama kali, perangkat Vivo Y55 ini sudah dilapisi dengan anti gores. Menurut pantauan kami layar dari perangkat ini belum dilapisi apapun, sehingga Vivo menyertakan sebuah anti gores yang sudah terpasang. Jadi menurut kami sudah aman untuk penggunaan normal.

layar-vivoy55-1

Digunakan di bawah terik sinar matahari langsung bukan masalah untuk perangkat ini, karena dapat menyesuaikan kondisi cahaya yang ditangkap smartphone ini. Tidak hanya di luar ruangan saja, layarnya pun dapat menyesuaikan dimana pengguna berada.

Antarmuka

Membahas sektor antarmuka Vivo Y55 ini sangat menarik, karena Vivo menggunakan desain buatan mereka sendiri dengan sebutan Funtouch OS. Basis Android yang digunakan pun cukup baru, yakni 6.0 Marshmallow. Menurut kami, antarmuka yang diusung oleh perangkat Vivo ini sangat menarik karena berbeda dengan antarmuka pada umumnya.

ui-vivoy55-0

Sebenarnya tampilannya simpel, hanya saja saat pertama kali melihat kami merasa ada sesuatu yang berbeda. Saat hendak mengakses Quick Settings, biasanya dengan cara menyeret layar dari atas ke bawah. Namun tidak pada Funtouch OS, karena untuk mengakses Quick Settings dengan cara menyeret atau menyapu layar dari sisi bawah ke atas. Setelah itu akan muncul aplikasi yang sedang digunakan (recent apps), serta pengaturan dari Quick Settings.

Cara ini pun bisa dikatakan hampir mirip dengan perangkat iPhone yang tidak jauh berbeda. Tidak hanya dengan cara itu saja, untuk mengakses Quick Settings atau disebut Control Center ini bisa juga melalui cara menekan dan menahan tombol kapasitif menu opsi paling pojok kiri beberapa detik.

ui-vivoy55-1

Beberapa aplikasi bawaan juga mengalami sedikit perombakan, seperti pada aplikasi Dialer, Perpesanan, dan tampilan pada menu pengaturan juga dirombak sedemikian rupa. Yang tak ketinggalan jelas ada pengaturan tema dan dapat diunduh secara gratis, yang cukup beragam.

ui-vivoy55-2

Soal tampilan bagi Anda yang mudah bosan bisa menggantinya melalui aplikasi i Theme yang menyediakan berbagai macam tema untuk Vivo Y55 ini, Tidak hanya tema, kita juga dapat mengganti tampilan dari papan ketik yang sering digunakan, sehingga tidak monoton itu-itu saja, bahkan juga dapat mengatur besarnya papan ketik tersebut.

Fitur

Smart Multi-screen

Ada beberapa fitur menarik yang disuguhkan Vivo pada perangkat smartphone Y55. Salah satu diantaranya adalah Smart Multi-screen, yang mana fitur ini dapat menjalankan dua aplikasi sekaligus. Seperti pada smartphone kebanyakan, fitur ini memungkinkan kita untuk menjalankan dua aplikasi sekaligus. Hanya saja pada Vivo Y55 ini terbatas karena fitur ini akan aktif bila kita sedang menonton video melalui aplikasi galeri atau YouTube. Bila ada pesan masuk dari aplikasi Facebook, Perpesanan atau WhatsApp, maka nanti akan muncul sebuah icon di sisi kanan saat kita sedang menonton video. Jadi fitur ini tidak seluas smartphone lain yang dapat menjalankan dua aplikasi sekaligus secara bebas.

screenshot_20161104_085720

fitur-vivoy55-0

Smart Eye Protecion

Vivo juga memperhatikan kesehatan para pengguna smartphone mereka. Maka dari itu pada varian Y55 ini terdapat sebuah fitur bernama Smart Eye Protecion. Seperti namanya, fitur ini melindungi mata sang pengguna agar tidak mudah lelah dan kering. Cara kerja fitur ini yakni dengan meminimalisir cahaya biru yang terpancar dari layar smartphone, juga merubah warna tampilan layar sedikit kuning kecoklatan.

fitur-vivoy55-1

Smart click

Lalu ada fitur Smart click yang merupakan tombol pintas untuk mengakses aplikasi, dengan menahan tombol volume (-) saat layar sedang posisi mati dan terkunci.. Seperti contohnya adalah menyalakan senter, atau membuka media sosial seperti Facebook dan WhatsApp. Bahkan juga dapat digunakan sebagai pintas membuka aplikasi lainnya, sesuai dengan keinginan pengguna. Sayangnya hanya satu aplikasi saja yang dapat didaftarkan.

screenshot_20161104_090157

One-handed

Merasa jari-jari Anda sulit menjangkau semua sudut dari layar Vivo Y55 ini? Tenang saja karena ada fitur One-handed, yang merubah tampilan layar lebih kecil. Untuk mengaksesnya cukup usap layar dengan gerakan ke kiri dan ke arah bawah kanan. Yang uniknya lagi adalah, ukuran dari layar saat berada pada mode One-handed ini dapat diatur ukuran layarnya dan tata letaknya.

fitur-vivoy55-2

Super screenshot

Vivo juga membekali smartphone Y55 dengan fitur andalan bernama Super screenshot. Tak asing karena fitur ini mirip dengan pengambilan gambar pada layar smartphone pada umumnya. Hanya saja Vivo mengembangkannya dengan beberapa opsi, seperti dukungan pengambilan tangkapan layar yang memanjang, membentuk sebuah pola dan juga merekam tampilan layar smartphone.

screenshot_20161104_110657

Smart motion

Tak ketinggalan ada fitur deteksi gerakan gestur yang juga seperti pada smartphone kebanyakan saat ini dengan nama Smart motion. Seperti tap atau ketuk layar dua kali secara cepat untuk membuka kuncian layarnya, atau membentuk huruf M untuk membuka aplikasi pemutar lagu bahkan untuk mengakses aplikasi kamera.

screenshot_20161104_085709

Sayangnya Vivo Y55 ini belum terdapat sensor pemindai sidik jari. Padahal dengan kisaran harga yang sama sudah banyak kompetitor yang menyertakan sensor pemindai sidik jari pada smartphone buatannya.

Kamera

Membahas soal kamera, adalah salah satu sektor yang diunggulkan oleh Vivo Y55 ini. Berbekal dengan sensor kamera belakang 8 megapiksel dan kamera utama 5 megapiksel, kami rasa smartphone ini sudah cukup untuk menunjang aktivitas fotografi.

bodi-vivoy55-2

Tampilan aplikasi kamera bawaan Vivo Y55 tidak berbeda jauh dengan aplikasi dari bawaan Google stock. Hanya saja Vivo sedikit mendesain agar serupa dengan tampilan antarmuka Funtouch OS. Ada beberapa mode yang disediakan seperti mode Night, Professional, Panorama, PPT, Fast, HDR, Ultra HD dan Slow.

screenshot_20161104_110945

Yang menarik saat menggunakan mode Professional adalah, banyak sekali pengaturan yang disuguhkan, bahkan tergolong lengkap. Ada pengaturan eksposure, ISO, kecepatan, whte balance, bahkan mengatur jarak fokus. Perlui diketahui, hanya beberapa smartphone kelas menengah yang menawarkan fitur kamera dengan pengaturan fokus secara manual.

screenshot_20161104_111010

Kamera depan sekarang juga menjadi bahan pertimbangan para konsumen dalam membeli smartphone, yang sering digunakan untuk selfie atau groufie. Dalam posisi kurang cahaya pun kamera depannya masih bisa diandalkan berkat adanya fitur Screen Flash. Fitur ini mirip seperti lampu kilat yang terdapat pada kamera belakang, hanya saja menggunakan layar sebagai sumber cahaya tambahan agar foto selfie tampak lebih terang. Menariknya lagi cahaya yang terpancar dari layar smartphone ini dapat menyesuaikan kondisi ruangan.

kamera-vivoy55-1

Untuk hasil kameranya,kami cukup puas karena baik pada siang atau malam hari performanya. Bahkan pada posisi di dalam ruangan noise yang tampak tidak terlalu banyak. Detailnya pun tergolong lumayan untuk sebuah smartphone dengan rentang harga 2 jutaan. Hanya saja terkadang hasil fotonya nampak seperti membayang. Sedangkan pada kamera depannya, fitur screen flash berhasil menjadikan foto selfie lebih cerah, meski di dalam kondisi ruangan yang kurang cahaya.

Multimedia dan Performa

Tata letak speaker dari Vivo Y55 ini seperti yang sudah kami jelaskan di awal, yakni berada pada bagian bawah. Untuk menonton video dan memainkan lagu kami merasa suaranya cukup memuaskan, tidak terlalu keras volumenya meski sudah dalam posisi maksimal. Hanya saja letaknya ini terkadang tertutup dengan jari, terutama saat digunakan untuk bermain game pada posisi mendatar atau landscape.

Chipset yang digunakan oleh Vivo Y55 adalah Qualcomm Snapdragon 430, yang merupakan chipset terbaru untuk jajaran entry level dari Qualcomm. Lalu RAM ada ukuran 2GB yang disandingkan dengan memori internal berkapasitas 16GB. Tentunya masih dapat menambahkan kartu memori micro SD, dengan memasukkannya melalui slot bagian atas, dekat dengan jack audio 3,5mm. Oh ya, untuk sisa RAM penggunaan Funtouch OS dengan beberapa aplikasi yang telah terpasang sekitar 900MB.

spek-vivoy55-0

Bicara performa dari Vivo Y55 ini tidak mengecewakan karena dibekali dengan komponen yang memadahi, untuk aktifitas sehari-hari. Dengan ukuran RAM 2GB pun smartphone ini masih dapat membuka beberapa aplikasi, bahkan kami mencoba menjalankan beberapa game sekaligus dan aplikasi secara bergantian tanpa menutup masing-masing game.

screenshot_20161104_093018

Untuk bermain game dengan kualitas HD, Vivo Y55 ini berjalan dengan lancar. Kami mencoba tiga game HD yang cukup berat, yakni Apshalt 8: Airborne, Vainglory dan Walking Dead dan ketiganya berjalan dengan mulus tanpa lagging.

 

Tak lupa kami juga menyertakan pengujian sintetis menggunakan aplikasi seperti 3DMark, AnTuTu, GeekBench 4 dan Sensor Box. Pada aplikasi pengujian AnTuTu Vivo Y55 menorehkan angka hingga sekitar 45 ribu poin. Lalu pada aplikasi pengujian GeekBench, kami mendapati skor sebesar 616 poin untuk single core dan 1.805 poin untuk multi core.

spek-vivoy55-1

Dari pengujian di atas, terbukti smartphone ini dilengkapi dengan sensor yang lengkap, seperti adanya sensor gyroscope yang sekarang banyak dimanfaatkan untuk menjalankan program atau game virtual reality, serta ada juga sensor magnetik. Yang absen hanya sensor pembaca suhu dan tekanan.

spek-vivoy55-2

Baterai

Urusan baterai, VIvo Y55 ini dibekali dengan kapasitas sebesar 2650mAh. Ukuran ini pun tergolong standar, untuk smartphone mainstream sekarang. Digunakan untuk beraktifitas sehari-hari masih mumpuni, dapat bertahan sekitar 7 jam penggunaan aktif dari posisi baterai 100%.

Kami merasa wajar karena kapasitas baterai yang diusungnya pun tidaklah besar. Oh ya, baterai yang terpasang pada smartphone ini tidak dapat dilepas karena bagian belakangnya mengadopsi desain unibody.

Sayangnya adalah chipset ini masih belum mendukung penggunaan fitur pengisian cepat dari Qualcomm, Quick Charge. Selain itu juga kepala charger bawaan dari Vivo juga memiliki output 1 Ampere saja. Untuk lama waktunya pengisian baterai dari 0% ke 100% setidaknya membutuhkan waktu sekitar 2 jam 30 menit.

Kesimpulan

Dibanderol dengan harga 2,5 juta Rupiah kami merasakan aura premium dari Vivo Y55 ini. Bentuknya yang sangat elegan dengan ketebalan yang bisa dikatakan tipis, membuatnya sangat nyaman digenggam. Meski mengusung desain unibodi, kami senang karena smartphone ini tidak mengadopsi jenis slot SIM hybrid yang menjadi satu dengan slot memori micro SD.

Hal pertama yang menarik perhatian kami adalah tampilan antarmuka dari Funtouch OS yang berbasiskan Android 6.0 Marshmallow. Jujur saja kami baru pertama menggunakan antarmuka dari Vivo ini, dimana yang membuat kami senang adalah tampilannya yang simpel dan tidak banyak bloatware yang menempel pada Vivo Y55 ini. Akses Quick Settings yang mirip dengan perangkat iPhone ini juga menjadi perhatian kami saat mencobanya. Meski kustomisasinya tidak sebanyak para kompetitornya, kami sangat puas akan apa yang dibawa oleh Funtouch OS ini.

Kamera yang menjadi daya tarik utama tidak mengecewakan hasillnya baik pada bagian depan atau belakang. Hanya saja seperti yang telah kami katakan, hasilnya terkadang nampak seperti berbayang. Meski tidak dilengkapi dengan lampu kilat utama pada bagian depannya, berkat adanya screen flash selfie dalam ruangan yang kurang cahaya masih dapat dinikmati hasilnya.

Soal performa pun kami puas dengan penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 430. Meski sudah banyak merek lain yang menawarkan RAM lebih besar, Vivo Y55 yang berbekal RAM 2GB ini masih gesit untuk menjalankan berbagai aplikasi. Bahkan kami sangat senang akan sensor yang tergolong lengkap pada Vivo Y55 ini, seperti ada sensor magnetik dan gyroscope. Yang kami sayangkan adalah absennya sensor pemindai sidik jari, karena kita tahu smartphone dengan rentang harga yang sama sudah banyak menawarkan fitur tersebut.

Kelebihan Vivo Y55

  • Bodi elegan dengan ketebalan yang terbilang tipis dan terkesan premium
  • Fitur Smart eye protection yang tidak membuat mata cepat lelah saat menatap layar Vivo Y55
  • Fitur Smart screen flash yang membantu saat pengambilan foto selfie agar lebih cerah
  • Fitur Smart multi-screen yang memudahkan penggunaan dua aplikasi
  • Pengaturan kamera yang terbilang lengkap, terutama saat penggunaan secara manual
  • Tampilan antarmuka Funtouch OS yang simpel dan kustomisasi yang menjanjikan
  • Layar 2.5D

Kekurangan Vivo Y55

  • Tidak ada sensor pemindai sidik jari
  • Kapasitas baterai tergolong kecil
  • Tidak adanya lapisan pelindung pada layar
  • Speaker kurang nyaring

Daftar pertanyaan yang sering dilontarkan beserta jawabannya:

Q: Sistem operasi yang digunakan Android versi berapa?
A: Android 6.0.1 Marshmallow dengan antarmuka Funtouch OS 2.6

Q: Apakah telah menggunakan pelindung layar seperti Corning Gorilla Glass atau sejenisnya?
A: Tidak ada pelindung layar

Q: Sudah mendukung jaringan 4G LTE di Indonesia?
A: Sudah, operator yang didukung di Indonesia dengan frekuensi 1800MHz atau 2100MHz seperti Indosat Ooredoo, Telkomsel, dan XL Axiata.

Q: Apakah ada LED notifikasi pada smartphone ini?
A: Tidak ada

Q: Bisa main game virtual reality (VR)?
A: Bisa, karena dilengkapi dengan sensor Gyroscope.