Research in Motion (RIM) melakukan langkah frontal demi melangsungkan perusahaan. Dalam laporan terbaru, para karyawan RIM yang berbasis di Ottawa, Kanada, diharuskan untuk kerja 6 hari dalam seminggu. Selain itu, pihak RIM juga melakukan pembatasan pengajuan liburan musim panas.

Laporan tersebut didapatkan dari koran lokal Ottawa Citizen. Pihak RIM pun mengakui memang melakukan kebijakan tersebut. Perusahaan yang memproduksi handphone BlackBerry tersebut beralasan bahwa kebijakan tersebut dilakukan demi kesuksesan peluncuran platform BlackBerry 10.

“Kesuksesan peluncuran platform BlackBerry 10 dan pengiriman kualitas tinggi, full-featured smartphone BlackBerry 10 tetap menjadi prioritas nomor 1 perusahaan dan kami sangat bangga dengan komitmen yang ditunjukkan oleh para karyawan RIM dalam mewujudkan target tersebut,” ujar juru bicara RIM seperti dikutip dari Ubergizmo.

Hal ini nampaknya bertolak belakang dengan pernyataan CEO RIM Thorsten Heins pada beberapa waktu lalu. Pada saat itu, Heins mengatakan bahwa kondisi perusahaannya kini tengah baik-baik saja dan sedang dalam tahap transisi. Tak berapa lama setelah itu, pihak RIM pun kembali meyakinkan publik bahwa mereka masih belum habis dan tengah dalam perjuangan.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here