Tizen, sistem operasi besutan Samsung yang diharapkan bisa menggantikan Android dan mengurangi ketergantungan pada Google memang belum berhasil.

Walau Tizen cukup bisa diterima di pasar tertentu seperti India di mana perangkat Samsung berbasis Tizen cukup laris di sana.

masa-depan-tizen

Pada acara Tizen Developer Summit 2015 yang diadakan di Bangalore, India baru-baru ini, Samsung telah menjelaskan gambaran masa depan tentang Tizen. Di mana Tizen akan digunakan pada smartwatch Gear A, lalu mereka juga terus menambahkan fitur-fitur baru untuk versi Tizen terbaru nantinya.

Versi Tizen berikutnya yaitu 2.4 akan dilengkapi fitur sign-up/daftar yang mudah, termasuk single sign-on dan¬†“phone-based automatic certification” yang mirip-mirip dengan konsep akun Google yang dapat kita gunakan untuk login pada aplikasi lain.

Lalu ada menu sharing yang mudah ditambahkan pada tizen, lalu mega size file sharing yang berarti kita dapat berbagi file berkapasitas besar melalui penyedia penyimpanan cloud.

Navigasi native juga hadir pada Tizen 2.4 seperti fitur geofencing, routing dan point of interest. Ada juga fitur profile sharing pada versi 2.4 ini.

Tizen 3.0 setelah 2.4 juga akan diluncurkan pada akhir tahun 2015 atau awal tahun depan, yang mendukung pemrosesan 64 bit, mendukung banyak pengguna dalam satu perangkat serta dukungan pada Internet of Things.

Jadi kita bisa berharap Samsung pun membawa perangkat berbasis Tizen ke Indonesia supaya kita bisa merasakan OS buatan mereka yah karena tampaknya Samsung memutuskan untuk tetap mempertahankan dan mengembangkan Tizen.

Bahkan Samsung sepertinya tak lama lagi akan meluncurkan Samsung Z3 penerus Samsung Z1 yang memiliki spesifikasi lumayan oke.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here